Gas 3 kg Mulai Langka di Tasikmalaya, Masyarakat Berkeliling Pakai Sepeda Goel Mencarinya

Jawa Barat —Minggu, 7 Feb 2021 15:21
    Bagikan:  
Gas 3 kg Mulai Langka di Tasikmalaya, Masyarakat  Berkeliling  Pakai Sepeda Goel Mencarinya
Tabung Gas tiga kilogram mulai langka di pengecer warga terpaksa mencari keliling motor. (foto:kris)
POSKOTAJABAR, TASIKMALAYA.
Warga masyarakat mulai merasakan gas elpiji tiga kilogram mulai langka di Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya.Sejak seminggu terakhir ini, untuk mendapatkan satu tabung gas LPG tiga kilogram mereka harus rela mencari menggunakan kendaraan roda dua maupun sepeda goel keliling-keliling ke tiap pengecer penjual gas.

Pemilik warung penjual gas elpiji tiga kilogram,  Usep (47), warga Jalan Sukarindik Sirnagalih Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, saat ditemui di warungnya mengungkapkan, sudah hampir empat hari ini, gas tiga kilogram mulai kosong," katanya, Minggu(07/02/2021)

"Sebagian pengecer lain hampir sama dirasakan terkadang ada yang seminggu gas tiga kilogram kosong biasanya gas tiga kilogram selalu ada, tapi sekarang sudah empat hari ini belum ada yang mengirim, katanya, tapi ini bukan saya aja, warung penjual gas juga bilang gas sekarang pada kosong," ucapnya
 
"Meskipun dalam keadaan kosong, tapi kita tetap akan berupaya menunggu pasokan datang dari pertamina, kalaukan tetap tidak ada, kasian lah pak, warga masyarakat dekat apalagi yang jauh hingga mencari kemana-mana, namun yang di dapat hasilnya masih nikil,"katanya.
Sementara, itu salah seorang warga Leuwianyar Kecamatan Cipedes, Indra (54) mengaku,  sudah hampir lima hari kesulitan mendapatkan gas tiga kilogram di warung-warung dan pengecer.

Kalaupun ada harganya mencapai diatas harga yang ditetapkan yakni Rp. 22.000 hingga Rp. 23.000 per tabung. Sehingga mereka terpaksa pergi ke pangkalan untuk mendapatkan gas elpiji dengan harga Rp. 18.000 per tabung.

BACA JUGA : 8 Cara Paling Sederhana Menghilangkan Stres

 

Hal senada, diungkap usoy(61) warga Saptamarga, Ia mengaku sudah lama tidak menggunakan tabung gas tiga kilogram, karena selain takut meledak, beli juga mahal, akan tetapi untuk kebutuhan sehari-hari hanya menggunakan tungku dari sisa alang-alang pohon.

"Kelangkaan elpiji tiga kilogram ini diduga terjadi akibat meningkatnya permintaan warga seiring dengan banyaknya warga yang menggelar hajatan," paparnya.(Kris)




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait