Jalan Lama Penghubung Haurwangi- Rajamandala Dua Kali Dilanda Longsor

Jawa Barat —Minggu, 7 Feb 2021 18:07
    Bagikan:  
Jalan Lama Penghubung Haurwangi- Rajamandala Dua Kali Dilanda Longsor
Material longsoran tebing tampak menutupi separuh badan ruas jalan lama penghubung Haurwangi-Rajamandala, Minggu (07/02/2021). (foto:nuki)
POSKOTAJABAR,CIANJUR.
Ruas jalan lama penghubung Haurwangi, Kabupaten Cianjur-Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat dua kali dialnda  longsor.  Informasi dihimpun, longsor yang pertama kali terjadi pada Kamis (5/2/2021) lalu sekitar pukul 22.15 WIB. Sementara longsor susulan terjadi pada Minggu (7/2/2021) sekitar pukul 11.00 WIB.

Lokasi terjadinya longsor berada di wilayah Kabupaten Cianjur, tepatnya di Kampung Muhara RT, 01/ 10  Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi. 

Tebing  setinggi 15 meter yang berada di ruas jalan lama mengalami longsor seusai hujan mengguyur di sekitar lokasi. Akibatnya material longsor yang berasal dari tebing menutupi separuh badan jalan.

"Terjadinya longsor susulan sudah dilaporkan pada pihak terkait. Namun hingga kini belum juga ada petugas yang datang ke lokasi,"ujar Ketua Forum RT Desa Haurwangi, Iwan Sutisna kepada awak media, Minggu (07/02/2021).

Pria yang akrab disapa Mang Akew itu mengingatkan kepada masyarakat setempat khususnya pengguna jalan agar waspada dan ekstra hati-hati saat melintasi lokasi.

"Soalnya selain kondisi jalan sempit dan licin juga dikhawatirkan terjadi lagi longsor. Apalagi hujan masih mengguyur kawasan Haurwangi dan takut terjadi hal yang tidak diinginkan semua pihak,"kata Mang Akew.


Sementara itu, Kasi Trantib Desa Haurwangi, I Kurniawan mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut kepada PU Binamarga Provinsi yang kantor Perwakilannya di Kecamatan Sukaluyu.

"Sudah dilaporkan ternyata masih belum ada yang datang. Padahal hal itu harus segera dibenahi. Terutama, materialnya segera dibersihkan, karena ruas jalan tersebut tiap waktu cukup ramai dilalui berbagai kendaraan,"kata Kurniawan.

Jalan Lama tersebut kata dia, merupakan salah satu akses jalan seluruh warga RW 10 dan sekitarnya.
"Nah kalau jalan tersebut tertutup total maka aktivitas warga akan terisolasi, diam di Kampungnya saja,” pungkasnya. (Nuki)


Editor: Suherlan
    Bagikan: