Banjir Rendam Ribuan Rumah di Karawang, Ketinggian Air Capai Dada Orang Dewasa

Jawa Barat —Minggu, 7 Feb 2021 18:41
    Bagikan:  
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Karawang, Ketinggian Air Capai Dada Orang Dewasa
Kemacetan di Jalan Protolol Karawang Cikampek akibat banjit di Desa Dawuan Barat Kecamatan Cikampek.(foto:asl)
POSKOTAJABAR, KARAWANG.

Debit dua sungai besar di Kabupaten Karawang, yakni Citarum mulai meningkat secara drastis. Petugas setempat, sudah mengumumkan kedua sungai tersebut sudah memcapai level batas normal. Akibatnya, wilayah langganan banjir menjadi sasaran.

Tidak hanya disebabkan luapan Sungai Citarum, hujan lebat juga menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Karawang.
Banjir paling parah Terjadi di Desa Dauwan Barat, Kecamatan Cikampek yang merendam ribuan rumah hingga setinggi dada orang dewasa.

"Sampai saat ini sudah delapan desa dan dua kecamatan dilaporkan terjadi banjir. Kami sudah menurunkan petugas ke lokasi banjir.  Terakhir kami mengirim 3 unit perahu karet ke Perumahan BMI, Desa Dawuan Barat karena banjir setinggi sekitar 1,5 meter, " kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Banjir daerah (BPBD) Karawang,  Yasin Nasrudin, Minggu (07/02/2021).

Menurut Yasin,  dalam sepekan terakhir tercatat sebanyak 2.806 rumah terendam di delapan desa dan dua kecamatan. Namun banjir paling parah terjadi pagi ini, Minggu (07/02/21) yang merendam ribuan rumah di Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) desa Dauwan Barat Kecamatan Cikampek.

"Sudah ada tiga perahu karet kita kirim untuk evakuasi warga. Tinggi air mencapai dada orang dewasa, " katanya.

BACA JUGA :  Gasak Setengah Kilogram Sarang Burung Walet, Tiga Pencuri di Indramayu Ditangkap


Berdasarkan pemantauan, banjir di perumahan BMI, Desa Dawuan Barat, Kecamata Cikampek, merupakan kejadian tahunan setiap musim hujan. Warga disana mengaku pasrah setiap datang musim hujan pasti kebanjiran. Mereka sudah menyampaikan keluhan agar pemerintah mencari solusi mengatasi banjir di perumahan mereka, namun tak kunjung bisa diatasi.(asl)


BACA JUGA : Jalan Lama Penghubung Haurwangi- Rajamandala Dua Kali Dilanda Longsor

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait