Program Petani Milenial Hanya Gimik, Nggak Ada Dalam RPJMD 2018-2023

Jawa Barat —Senin, 8 Feb 2021 10:47
    Bagikan:  
Program Petani Milenial Hanya Gimik, Nggak Ada Dalam RPJMD 2018-2023
Sekretaris Komisi II DPRD Jabar Yunandar R Eka Perwira (Aris)
POSKOTAJABAR, BANDUNG.
Sekretaris Komisi II DPRD Jabar Yunandar R Eka Perwira menilai program petani milenial Gubernur Ridwan Kamil, hanya gimik, biar kelihatan keren tetapi konsepnya tidak jelas. Yang ada petani juara, itupun konsepnya, belum jelas dan matang. Plot anggarannya juga minim.

Program Petani Milenial disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat peresmian Smart Green Hous PT Argo Jabar di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut beberapa hari lalu.

Menurut Yunandar, program petani milenial sebagaimana yang disampaikan Gubernur Jabar tidak ada dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jabar 2018-2023. Yang ada hanya Program Petani Juara.

"Kami (Komisi II DPRD Jabar), dalam rapat dengan dinas terkait, mempertanyakan apakah sudah memiliki konsep yang jelas dan matang untuk merealisasikan program petani Juara, ditambah lagi program petani milenial. Ternyata pihak dinas juga kebingungan untuk merealisasikannya," katanya saat dihubungi di Bandung, Sabtu (06/22/2021).

BACA JUGA : Pemuda Asal Lampung Nekat Meloncat ke Laut di Pelabuhan Merak, Gagal Jadi Polisi


Untuk itu, Yunandar dapat memahami pusingnya Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar daam mendukung suksesnya sektor perekonomian khususnya bidang pertanian.


"Hal ini kerana, konsepnya tidak jelas dan matang, plot anggaran minim. Bahkan, pada setiap pembahasan anggaran APBD, sektor perekonomian untuk meraih alokasi anggaran 10 persen dari total APBD aja sangat sulit," katanya.


Jadi, terang Yunandar, DKPP Jabar untuk merealisasikan program Petani Juara saja sudah kerepotan, apalagi ditambah program petani milenial.

"Cukup wajar, kalau program Petani Milenial hanya gimik. Biar kelihatan keren, tetapi nggak ada konsepnya. Yang pusing ya Dinasnya ! Pertama nggak dikasih anggaran. Kedua, harus ngurusin itu. Terus ketiga, gimana nanti merealisasikannya," pungkasnya. (Aris)



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait