Menyusul Insiden Kantor Kades Disegel, Camat Pangandaran," Permasalahan Sudah Lama"

Jawa Barat —Senin, 8 Feb 2021 12:09
    Bagikan:  
Menyusul Insiden Kantor Kades Disegel, Camat Pangandaran,
Perangkat Desa dan BPD serta Camat Pangandaran Yadi Setiadi saat melakukan rapat di aula kecamatan pangandaran (foto: dry)

POSKOTAJABAR, PANGANDARAN. 
Permasalahan antara kepala desa dan perangkat desa di Desa Pangandaran memang sudah lama terjadi, bahkan sempat ada pembinaan dari Pemkab Pangandaran.

Camat Pangandaran L Yadi Setiadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pembahasan dengan perangkat desa dan BPD Desa Pangandaran, atas kejadian pada  Jumat (05/02/2021) lalu.  yag warga melakukan penyegelan kantor kepala desa (Kades) pangandaran.

"Pada hari itu dilakukan pembahasan LPJ TPK. Namun ditengah-tengah malah merembet, karena kekecewaan Kepala Desa tidak hadir dalam rapat tersebut," ujarnya kepada POSKOTAJABAR Sabtu (06/02/2021).

Pihak kecamatan sendiri sudah melakukan pembinaan sejak lama terhadap pihak desa Pangandaran, bahkan sampai tiga kali.

"Dari pihak Muspika, Dinsos, Apdesi juga pernah diundang, dengan inspektorat juga pernah dikomunikasikan bahkan pernah dimediasi oleh bupati," katanya.

Dirinya mengatakan permasalahan yang ada di Desa Pangandaran adalah kurangnya komunikasi antara kepala desa, perangkat desa dan BPD.

"Memang ada tuntutan pengunduran diri terhadap kepala desa dan soal itu memang ada prosedurnya, tidak bisa begitu saja," ucapnya.

Yadi mengintruksikan kepada kepala desa agar pelayanan terus berjalan apapun kondisinya saat ini.

"Tidak boleh tersendat, karena masyarakat membutuhkan pelayanan, saya juga intruksikan untuk mencabut pamplet yang ditempel itu, nanti saya akan berkoordinasi dengan satpol PP," tuturnya.


Sementara itu, Sekretaris Desa Pangandaran Jaja Sudiana  mengatakan, dirinya memang mengundang RT-RW saat itu, untuk membahas LPJ tersebut.

"Karena ada permintaan dari pak kades bahwa LPJ ini harus segera diselesaikan, makanya saya mengundang RT-RW yang terlibat dalam TPK karena masih ada kekurangan-kekurangan dalam peng-LPJan tersebut," ucapnya.

Dia mengatakan hubungan dengan Kepala Desa selama ini memang kurang harmonis, karena kurangnya komukasi dan koordinasi.

"Ini buntut dari Pilkades," jelasnya.


Sebagai perangkat desa, kata dia, dirinya harus loyal kepada pimpinan, begitupun kepala desa seharusnya adil dan merangkul terhadap semua masyarakat.

"Tidak boleh mengkotak-kotakan (dikotomi,red) Tapi kondisi sekarang malah menkotak - kotakan," ujarnya.

Sambung Jaja, selama ini tidak ada rapat mingguan ataupun rapat koordinasi di Desa Pangandaran.

"Gak ada komunikasi dan koordinasi, bagaimana mau berjalan pemerintahan," katanya. (dry)


Editor: Suherlan
    Bagikan: