Banjir Indrmayu, Puluhan Desa Termasuk Jalan Pantura Kebanjiran, Lalu-lintas Kendaraan Tersendat

Jawa Barat —Senin, 8 Feb 2021 13:17
    Bagikan:  
Banjir Indrmayu, Puluhan Desa Termasuk Jalan Pantura Kebanjiran, Lalu-lintas Kendaraan Tersendat
alan Pantura di Kecamatan Losarang banjir kendaraan bergerak merayap. (foto:Yan)

POSKOTAJABAR, INDRAMAYU.

Hujan derras di wilayah Kabupaten Indramayu ditambah air kiriman dari daerah hulu melalui sejumlah sungai membuat puluhan desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat terendam banjir.

Banjir paling parah menimpa desa-desa yang berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS) seperti Desa Karangtumaritis dan Wanakaya Kecamatan Haurgeulis akibat tanggul tanggul Sungai Cipunagara luber atau jebol. Sungai Cipunagara merupakan pembatas antara  Kabupaten Indramayu dengan Kabupaten Subang.

Air dari Sungai Cipunagara mengalir deras ke permukiman warga sejak Minggu (07/02/2021 siang dan hingga Senin (08/02/2021) pagi masih terus mengalir. Debit air Sungai Cipunagara yang cukup tinggi membuat warga sekitar tidak ada yang berani memperbaiki tanggul yang luber atau jebol.

Ketinggian genangan air di Desa Karangtumaritis mencapai 1,5 Meter hingga 3 meter. Ratusan warga  terpaksa meninggalkan rumah berisi perabotannya menuju ke lokasi  yang lebih aman di balai desa dan masjid.

Namun mengingat jumlah pengungsi semakin bertambah banyak, dua tempat pengungsian itu penuh sehingga tidak mampu lagi menampung kian bertambah banyaknya pengungsi yang datang. 

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu menerjunkan sejumlah personel ke lokasi banjir di Desa Karangtumaritis membawa perahu karet untuk mengevakuasi warga. Terutama anak-anak dan lanjut usia yang masih terkurung di dalam rumah karena jalan menuju ke tempat pengungsian tidak bisa dilalui.

“Airnya terlalu deras mengalir. Warga takut terpeleset dan hanyut terbawa arus air,” ujar Warno, 49 salah seorang warga Desa Karangtumaritis.

Ia mengharapkan petugas BPBD Kabupaten Indramayu lebih banyak mengirim perahu karet,  mengingat masih banyak warga terutama anak-anak dan orang tua yang tengah sakit terjebak banjir di dalam rumah.

Sekretaris BPBD Indramayu,  Caya mengatakan, puluhan desa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Indramayu kebanjiran. Banjir terjadi akibat curah hujan lokal sejak Minggu  (07/02/2021) hingga Senin (08/02/2021) di wilayah desa setempat ditambah meluapnya sejumlah kali atau sungai  yang mengirim air dari bagian hulu Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Majalengka.

BACA JUGA : Mayat Gadis Tertusuk Bambu di Garut Ternyata Korban Pembunuhan Pacarnya


Banjir juga merendam ratusan rumah di Desa Rajasinga, Karangasem, Kecamatan Terisi akibat tanggul kali Cipanas longsor dan limpas sehingga air dari hulu Kabupaten Sumedang mengalir deras ke tempat yang lebih rendah yakni permukiman dan pekarangan juga sawah milik warga. Ratusan hektar tanaman padi terendam banjir.

Lalu-lintas perhubungan darat dari pintu tol Cikedung menuju jalan Pantura terhambat.  Terutama di ruas jalan  kabupaten di Kecamatan Terisi dilanda banjir paling parah mencapai satu meter. “Motor, mobil untuk sementara tidak bisa melewati jalan kabupaten dari Jangga Kecamatan Losarang menuju pintu tol Cipali di wilayah Kecamatan Terisi atau Cikedung karena jalan kabupaten terendam air setinggi dada oang dewasa,” ujarnya.

Banjir selain merendam ribuan rumah warga juga merendam jalan Pantura khususnya di wilayah Kecamatan Losarang. Luapan sungai Cipanas membuat ratusan hektar tanaman padi, juga ribuan rumah warga terendam.


BACA JUGA : Bandar Togel di Batukaras Kabupaten Pangandaran Diamankan Polisi


Jalan Pantura juga tak luput dari banjir. Badan jalan Pantura yang terendam panjangnya mencapai 5 Km dari mulai Desa Jangga menuju ke Desa Krimun arah Cirebon – Jakarta. Lalu-lintas kendaraan bergerak perlahan,  karena pada Senin (08/02/2021) pagi airnya masih cukup tinggi mencapai 20 cm hingga 30 cm.

Permukaan badan jalan Pantura yang semula terlihat mulus dan dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi sudah tidak tampak lagi karena banjir. Hal itu membuat sejumlah pengendara terpaksa harus dipandu petugas ataupun relawan agar tidak menabrak medium atau pembatas jalan yang kondisinya tidak kelihatan tergenang banjir.

Di Desa Krimun, Kecamatan Losarang tampak beberapa petugas Polsek Losarang bermandi keringat sibuk mengatur lalu-lintas juga membersihkan papan dan  balok kayu yang hanyut terbawa aerus deras dan menghalangi kendaraan yang melintas.


BACA JUGA : Pemuda Asal Lampung Nekat Meloncat ke Laut di Pelabuhan Merak, Gagal Jadi Polisi


Petugas Polsek Losarang terpaksa memindahkan kayu-kayu berupa papan dan balok yang hanyut dan menghalangi pergerakan kendaraan. Sejumlah kendaraan pribadi terjebak tidak bisa bergerak karena bannya terhalang kayu balok sehingga mobil itu terpaksa harus didorong mundur terlebih dahulu sebelum bisa melanjutkan perjalanan ke arah Jakarta.

 Sejauh ini belum ada korban jiwa akibat musibah banjir yang menerjang puluhan desa di sejumlah  kecamatan di wilayah Kabupaten Indramayu. Banjir merendam ratusan rumah warga hingga setinggi atap rumah. (Yan)

 

BACA JUGA : Banjir Rendam Ribuan Rumah di Karawang, Ketinggian Air Capai Dada Orang Dewasa

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait