Peringatan BMKG Waspada untuk Banten, Jakarta, Jabar, dan Jateng Kategori Siaga Potensi Banjir

Jawa Barat —Senin, 8 Feb 2021 16:44
    Bagikan:  
Peringatan BMKG Waspada untuk Banten, Jakarta, Jabar, dan Jateng Kategori Siaga Potensi Banjir
Illustrasi ombak tinggi. foto ist

POSKOTAJABAR, BANDUNG

Badan Pusat Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperakirakan daerah seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah masuk dalam kategoris siaga dengan adanya potensi hujan lebat yang dapat berdampak dengan terjadinya banjir atau bandang dalam periode 8-9 Februari.

Dikutip dari Suara baru, selain fenomena La Nina terdapat pula faktor dinamika atmosfer lain yang mempengaruhi peningkatan intensitas curah hujan ekstrem di beberapa daerah di Indonesia.

BACA JUGATebing Longsor Kota Sukabumi, Tiga Rumah Warga di Sindang Terancam Ambruk

Menurutnya, peringatan tentang musim hujan Indonesia akan menyediakan La Nina sejak Oktober 2020 dengan fenomena itu masih berlangsung sampai saat ini dengan intensitas sedang. Hal itu mengakibatkan musim hujan yang lebih basah di Indonesia.

“Selain ada faktor-faktor dinamika atmosfer yang juga berpengaruh terhadap pertumbuhan awan hujan di Indonesia, selain saat ini masih terdeteksi monsun Asia kemudian adanya daerah-daerah pertemuan angin di atas wilayah Indonesia,” kata Fachri Radjab.

BACA JUGADitresnarkoba Polda Jabar Ungkap Kosmetik Ilegal di Padalarang Kabupaten Bandung Barat

Dia mengandaikan fenomena pertemuan angin seperti kendaraan yang bertemu di perempatan jalan, yang dapat menimbulkan penumpukan. Dengan adanya pertemuan angin di atas Indonesia itu dan suhu makin dingin maka akan terbentuk awan.


Daerah pertemuan muncul di Indonesia sendiri terjadi karena monsun Asia yang masuk ke selatan karena adanya daerah-daerah tekanan rendah di utara Australia.

 BACA JUGA:  Pemuda Asal Lampung Nekat Meloncat ke Laut di Pelabuhan Merak, Gagal Jadi Polisi

“Itu makanya banyak terbentuk daerah pertemuan angin di atas wilayah Indonesia,” tambahnya.

Selain faktor global La Nina dan faktor regional yang menyebabkan daerah pertemuan angin, Fachri juga menjelaskan adanya faktor lokal.

Faktor lokal penyebab krisis curah hujan ekstrem adalah stabilitas udara yang cenderung labil atau mudah terangkat yang dapat membentuk awan. Proses konveksi awan itu, ”ujarnya, cukup kuat karena udara yang labil tersebut.


“Kombinasi tiga skala itu maka banyak terbentuk awan-awan hujan di Indonesia,” ujar Fachri.

BACA JUGA: 5 Kode Redeem PUBG Terbaru Bulan Februari 2021, Hadiahnya Menarik 

Selain empat provinsi yang masuk dalam kategori siaga, BMKG juga mengkategorikan Bengkulu, Lampung, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua dalam kategori waspada.

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait