Sengketa Pilkada 2020, KPU Pangandaran Tunggu Jadwal Sidang Lanjutan di MK

Jawa Barat —Senin, 8 Feb 2021 20:41
    Bagikan:  
Sengketa Pilkada 2020, KPU Pangandaran Tunggu Jadwal Sidang Lanjutan di MK
etua KPU Pangandaran Muhtadin (kanan) didampingi komisioner KPU Pangandaran Maskuri Sudrajat (kiri) saat foto bersama di depan gedung Mahkamah Konstitusi (foto: ist)
POSKOTAJABAR, PANGANDARAN. 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran sebagai termohon dalam sengketa Pilkada Pangandaran 2020, kini tengah menunggu pemanggilan kembali oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua KPU Kabupaten Pangandaran,  Muhtadin menyebutkan, pasca agenda mendengarkan jawaban dari termohon (KPU), agenda selanjutnya adalah pemeriksaan terhadap alat bukti.

"Namun kami masih menunggu jadwalnya," ujarnya kepada POSKOTAJABAR, Senin (08/02/2021).

Selain itu, kata dia, agenda selanjutnya adalah Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) Konstitusi.

"Kemudian hasilnya akan disampaikan oleh kepaniteraan di MK, majelis hakim menjelaskan seperti itu," katanya.

Muhtadin menuturkan, tiga materi gugatan yang diangkat pemohon adalah masalah di wilayah Kecamatan Mangunjaya. Dan Bawaslu juga sempat merekomendasikan pemungutan suara ulang akibat dari kotak suara yang ditemukan dalam keadaan tidak terkunci.

“Kemudian, KPU memberikan penjelasan, salah satunya dengan menyatakan tidak ada selisih suara. Masalah itu sudah clear setelah kami memberikan penjelasan kepada pihak Bawaslu,” ucap Muhtadin.

BACA JUGA : Video Aksinya Viral, Janda Pelaku Pencurian Motor Ditangkap Polresta Bandung


 Materi kedua, sambung dia, menyangkut soal kejadian KPPS TPS 1 Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran yang berangkat sendiri untuk memungut suara di RSUD Pandega.


"Saksi dan pengawas TPS tidak ikut dengan alasan takut tertular penyakit kalau masuk ke RSUD. Masalah itu juga sudah clear, terbukti tidak ada pelanggaran,” katanya.

Untuk materi gugatan ketiga, Muhtadin mengatakan, soal kelebihan surat suara.

"Hal ini juga sudah sesuai dengan aturan yang berlaku," tutupnya. (dry)

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait