Sedikitnya 5000 Wartawan akan Menjadi Prioritas Vaksin Covid-19 Pertama

Jawa Barat —Selasa, 9 Feb 2021 21:09
    Bagikan:  
Sedikitnya 5000 Wartawan akan Menjadi Prioritas Vaksin Covid-19 Pertama
Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 yang dilakukan secara virtual. (presidenri.go.id)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Sedikitnya 5.000 insan media, termasuk wartawan, akan menjadi prioritas pertama yang akan mendapatkan vaksin Covid-19. Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 yang dilakukan secara virtual dengan wartawan di berbagai provinsi, kota, dan kabupaten.

“Media akan diberi suntik vaksin, sebanyal 5.000 orang untuk tahap pertama, bersamaan dengan vaksin yang diberikan kepada tenaga kesehatan. Sebanyak 5000 orang ini akan divaksin pada awal Maret 2021,” kata Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, wartawan termasuk kelompok yang rentan terpapar virus Covid-19. Sehingga, dinilai perlu mendapat prioritas vaksin di masa awal vaksinasi ini.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Mengakui Insentif yang Diberikan Pemerintah kepada Industri Media Tidak Seberapa

Dikatakan, pers saat ini menjadi industri yang terdesak. Sehingga, pemerintah menilai perlu memberikan insentif agar industri ini tetap tumbuh, terutama di masa pandemi Covid-19. Salah satu insentif itu adalah dengan meringankan pembayaran pajak penghasilan (PPH) 21, yang akan ditanggung pemerintah sampai Juni 2021.

Selain itu, dilakukan pengurangan pembayaran PPH 21 untuk meringankan beban para insan media. Meski demikian, ia mengakui, bahwa memang tak seberapa insentif yang diberikan, namun pemerintah juga memiliki beban fiskal yang berat dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini.

Jokowi juga menyadari industri media saat ini sedang pada kondisi yang kurang bagus. Oleh karena itu, perlu kreasi yang adil, yang akan diwujudkan dalam Undang-undang Ciptakerja. Presiden telah memerintahkan membuat rancangan regulasi agar memberikan manfaat yang bisa dinikmati oleh media pada masa pandemi.

Undang-undang Ciptakerja, mengatur tentang digitalisasi penyiaran, mengatur tata kelolanya, dan mengatur keseimbangan antara ekonomi dan perkembangan media.

BACA JUGA:  Puncak Peringatan HPN, Kepala BNPB/Ketua Satgas Covid-19 Doni Munardo Dapat Anugerah Medali Emas Dewan Pers

“Jasa insan pers sangat besar bagi bangsa dan negara, dan kita optimis dengan upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi pandemi covid-19 ini,” tuturnya.

Presiden Jokowi juga berterima kasih kepada insan pers yang telah memberitakan tentang Covid-19 dan telah membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat, khususnya terkait protokol kesehatan.

“Saya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada insan pers karena membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” katanya. (nang's)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait