Perayaan Imlek di Kota Sukabumi, Pertujukan Barongsai Ditiadakan

Jawa Barat —Rabu, 10 Feb 2021 07:10
    Bagikan:  
Perayaan Imlek di Kota Sukabumi, Pertujukan Barongsai Ditiadakan
Salah seorang karyawan di Vihara Widhi Sakti, Jalan Pejagalan, Kecamatan Warungdoyong, Kota Sukabumi, saat melakukan persiapan di area Vihara. (foto:hendra)

POSKOTAJABAR,SUKABUMI.

Perayaan Imlek tahun 2021 akan jatuh pada tangga 12 Februari. Biasanya, Tahun Baru  Cina ini dirayakan  dengan berbagai kemeriahan. Namun, di masa pandemi Covid-19 saat ini moment penting khususnya bagi umat Konghucu dan Tionghoa itu akan berbeda dari tahun - tahun sebelumnya.

"Yah, perayaan kali ini tidak seperti tahun - tahun sebelumnya, karena kondisi pandemi Covid-19 yang sedang kita alami sekarang ini," ujar Koordinator Bidang Informatika dan Teknologi Paguyuban Warga Tionghoa Kota Sukabumi, Ariffin Natawidjaja, saat ditemui wartawan, di Vihara Widhi Sakti, Jalan Pejagalan, Kecamatan Warungdoyong, Kota Sukabumi, Selasa (09/02/2021).

Biasanya, kata Ariffin, malam Tahun Baru  Imlek diisi dengan kebaktian bersama dan acara hiburan berupa pertunjukan  barongsai. Namun, kali ini hal itu ditiadakan.

"Sesuai dengan anjuran dari pemerintah, beberapa acara itu ditiadakan," katanya.

Selain itu, lanjut Ariffin, untuk  mengantisipasi terjadinya kerumunan di area Vihara,  nantinya jumlah umat yang akan melakukan sembahyang akan dibatasi sebanyak 10 sampai 15 orang dengan durasi hingga 15 menit di setiap waktunya.

"Jadi, nantinnya umat yang akan melaksanakan ibadah di dalam Vihara akan kita batasi. Setelah selesai baru masuk  yang lainya bisa masuk secara bergantian dengan jumlah yang sama,"paparnya.

BACA JUGA : Mayat yang Terapung di Laut Pangandaran Diketahui Warga Provinsi Jambi


Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan sejumlah persiapan tempat peribadatan untuk menyambut datangnya tahun baru Imlek ini. Bahkan, persiapan sudah dilakukan sejak dua pekan lalu. Seperti, menyiapkan fasilitas dan membersihkan tempat ibadah.

"Kita lakukan sejumlah persiapan, hingga saat ini masih ada beberapa umat dan karyawan yang membersihkan dinding, altar di sekitar area Vihara,"ucapnya.

Ariffin menambahkan,  pihaknya memastikan akan melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Dengan menyediakan tempat cuci tangan, menggunakan thermogun.

"Selain itu, umat yang masuk area Vihara pun diwajibkan menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya,"pungkasnya. (Hendra)


BACA JUGA : Sedikitnya 5000 Wartawan akan Menjadi Prioritas Vaksin Covid-19 Pertama

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait