Polri Enggan Ungkap, Penyakit Ustadz Maheer yang Menjadi Penyebab Kematian Masih Misterius

Jawa Barat —Rabu, 10 Feb 2021 09:40
    Bagikan:  
Polri Enggan Ungkap, Penyakit Ustadz Maheer yang Menjadi Penyebab Kematian Masih Misterius
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. (ist)

POSKOTAJABAR, JAKARTA

Ustadz Maheer Kematian At-Thuwailibi di Rutan Mabes Polri masih misterius. Hingga kini Mabes Polri enggan menyampaikan sakit yang jadi penyebab ustadz bernama asli Soni Eranata wafat.   

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, pihaknya tidak bisa menyampaikan ke publik tentang sakit yang diderita Ustadz Maheer lantaran sangat sensitif. 

BACA JUGAJabar Perkuat Posko Penanganan Covid-19 di Desa dengan Satlinmas Juara dan Salira

"Jadi meninggalnya karena sakit. Saya tidak bisa menyampaikan sakitnya apa, karena sakit yang sensitif. Ini bisa berhubungan dengan nama baik keluarga almarhum. Jadi kita tidak bisa menyampakan secara jelas dan gamblang," kata Argo di Gedung Humas Polri, Selasa (9 / 2/2021).

BACA JUGA : Mayat yang Terapung di Laut Pangandaran Diketahui Warga Provinsi Jambi 

Yang terpenting kata, kata Argo bahwa dari keterangan dokter dan sejumlah perawatan yang telah dilakukan, dipastikan bahwa Ustaz Maaher adalah sakit.

"Sakitnya sensitif yang bisa membuat nama baik keluarga tercoreng, kalau kami sebutkan disini," tukas Argo lagi.

BACA  JUGA : Sedikitnya 5000 Wartawan akan Menjadi Prioritas Vaksin Covid-19 Pertama

Dikatakan, Ustaz Maaher mengalami sakit selama di rutan Bareskrim Polri dan pihaknya sudah beberapa kali melakukan perawatan kesehatan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Argo menyebutkan, saat Ustaz Maaher meninggal, perkaranya sudah masuk tahap 2 dan barang bukti serta tersangka sudah diserahkan ke kejaksaan. Sebelum tahap 2, tambahnya Maaher mengeluh sakit. 

BACA JUGA:  Cara Mendapatkan Bantuan Rp3,5 Juta Pengganti BLT Subsidi Gaji, Simak Persyaratannya

Kemudian petugas rutan termasuk tim dokter membawanya ke RS Polri Kramat Jati. "Setelah diobati dan dinyatakan sembuh yang bersangkutan dibawa lagi ke Rutan Bareskrim," ucap Argo.

Menurut Argo, setelah tahap 2 atau  barang bukti dan tersangka diserahkan ke jaksa, Maaher dititipkan di Rutan Bareskrim Polri. Saat itu katanya, Maaher kembali mengeluh sakit. 

Karenanya petugas rutan dan tim dokter menyarankan agar dibawa ke RS Polri tapi yang bersangkutan tidak mau sampai akhirnya meninggal dunia. 

BACA JUGA : Juventus Lolos ke Final Coppa Italia Usai Menang Agregat 2-1 dari Inter Milan

"Soal sakitnya apa tim dokter yang lebih tau. Jadi perkara Ustadz, Maheer ini sudah masuk tahap 2 dan menjadi tahanan jaksa," tukas Argo. 

Maheer ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penghinaan terhadap Habib Luthfi. Dia dijerat Pasal 45 ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan 6 tahun penjara. (ilham / ruh)

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait