Soal Url Situs Dewasa di Buku Sosiologi, Inilah Penjelasan Kadisdik Jabar

Jawa Barat —Rabu, 10 Feb 2021 20:33
    Bagikan:  
 Soal Url Situs Dewasa di Buku Sosiologi, Inilah Penjelasan Kadisdik Jabar
Kadisdik Jabar Dedi Supandi saat diskusi dengan para guru dalam acara bertajuk "Teras Radjiman 6" di Gedung Disdik Jabar, Rabu (10/02/2021).(foto:aris)
POSKOTAJABAR, BANDUNG.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) Dedi Supandi membenarkan ada situs dewasa yang masuk ke buku Sosiologi siswa SMA kelas 12.

"Didalamnya itu, kalau dibaca merujuk kepada situs inisial ksdotnet. Ternyata situs itu kalau dibaca berisi situs orang dewasa," katanya dalam forum diskusi virtual yang diikuti ratusan pendidik bertajuk "TerasRadjiman6", Rabu (10/02/2021).

"Saya juga sudah bertanya keteman-teman IT (informasi dan Teknologi). Mereka membenarkan seperti itu," tambahnya.

Langkah yang dilakukan Disdik Jabar, kata Dedi Supandi, akan bersurat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan tembusan ke Kementerian Komunikasi dan Informasika (Kominfo).

"Minta untuk menutup dan memblokir situs tersebut," katanya.

Dalam surat tersebut tambah Dedi Supandi, juga akan disampaikan kepada Kemendikbud sebuah aspirasi.

"Agar berhati-hati untuk memberikan izin terbitnya mata pelajaran yang membuka atau merujuk kepada situs situs tertentu. Karena mungkin saja situs-situs tersebut diterbikan tahun selanjutnya tidak lagi berisi seperti itu," terangnya.

Disdik Jabar juga berharap kepada teman-teman penulis buku sebaiknya merujuk pada sumber-sumber resmi.

"Kita berharap nanti ke depannya, kepada teman teman para penulis buku, sebaiknya kalau merujuk ke situs tolong gunakan situs yang resmi yang dibuat oleh pemerintah ataupun yang direkomendasikan oleh dinas pendidikan baik pusat atau daerah. Sehingga tidak terjadi lagi, tiba-tiba situs tersebut berganti menjadi situs dewasa," katanya.

"Itu sikap kita, dan mudah-mudahan ini bisa disebarkan kepada para orangtua, agar bisa memberikan edukasi kepada anak-anak, seluruh kalangan agar berhati-hati," pungkasnya. (Aris)


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait