Sebanyak 12 PMI Non Prosedural dari Malaysia Diamankan Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas

Jawa Barat —Kamis, 11 Feb 2021 08:56
    Bagikan:  
Sebanyak 12 PMI Non Prosedural dari Malaysia Diamankan Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, melakukan pemeriksaan terhadap PMI Non Prosedural yang nekat pulang melalui hutan atau jalur tak resmi. (ist)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Sebanyak 12 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural  yang akan kembali ke Indonesia dari Malaysia, diamankan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas. Para PMI yang akan kembali ke Indonesia dari Malaysia itu, masuk melalui hutan atau jalur tidak resmi. Seluruh PMI Non Prosedural tersebut, diamankan saat melewati jalur sisi kanan luar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf. Alim Mustofa, di Mako Satgas Entikong, Kabupaten Sanggau, mengatakan, bahwa PMI tersebut diamankan oleh anggota Pos Pamtas Sajingan Terpadu Satgas Yonif 642 yang berjaga di sektor kanan PLBN Aruk, karena berusaha masuk ke Indonesia melewati jalur tidak resmi.

“Saya telah memerintahkan kepada seluruh personel jajaran Satgas Yonif 642, agar terus melaksanakan peningkatan pengawasan terhadap jalur-jalur tidak resmi di perbatasan RI-Malaysia, untuk mencegah adanya kegiatan dan lalu lintas barang maupun orang secara ilegal. Selain itu, hal ini semakin diintensifkan sehubungan dengan wabah Covid-19 yang belum berakhir,” ungkap Letkol Inf. Alim Mustofa, Rabu (10/02/2021).

BACA JUGA:  HMI Soroti Mangkraknya Pembangunan Gedung Bappeda Kota Banjar

Dansatgas menambahkan, Satgas Yonif 642/Kapuas bersama instansi terkait, dalam hal ini CIQ (Customs, Immigration, Quarantine), ingin memastikan semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang masuk ke tanah air dari Malaysia harus melalui rangkaian pemeriksaan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 di PLBN Aruk.

“Semenjak diberlakukan kebijakan lockdown di Malaysia, aktivitas kembalinya PMI dari Malaysia semakin meningkat. hal itu, karena di Negeri Jiran sana, para PMI tersebut sudah diberhentikan dari pekerjaannya,” jelasnya.

Menurut Dansatgas, kedua belas PMI Non Prosedural tersebut berasal dari berbagai wilayah seperti, Bima, Kendari, Makassar, Singkawang, Sambas, dan Bengkayang. Setelah melalui seluruh rangkaian pemeriksaan, jika PMI tersebut tidak membawa barang ilegal dan dinyatakan dalam kondisi sehat serta negatif Covid-19, nantinya seluruh PMI tersebut dapat kembali ke daerah asal.

BACA JUGA:  Mayat Pria Pake Kaos Hitam Bertuliskan Pokja Wartawan Ditemukan di Sungai

Terkait Covid-19, Dansatgas menambahkan, pemeriksaan yang ketat dilaksanakan untuk mencegah penyebaran virus yang saat ini masih mewabah di seluruh penjuru dunia.

“Kami ingin memastikan seluruh PMI yang melewati perbatasan ini tidak terpapar Covid-19, ketika akan kembali ke Indonesia,” tandasnya. (ril/ys)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait