Kejaksaan Agung Dinilai Tidak Serius Mengungkap Kasus Jaksa Pinangki Sirna Malasari Sampai ke Aktor Intelektual

Jawa Barat —Kamis, 11 Feb 2021 09:19
    Bagikan:  
Kejaksaan Agung Dinilai Tidak Serius Mengungkap Kasus Jaksa Pinangki Sirna Malasari Sampai ke Aktor Intelektual
Jaksa Pinangki Sirna Malasari dijatuhi vonis 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta.(reqnewsi.org)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dinilai tidak serius, dalam mengungkap kasus yang membelit mantan Jaksa Muda di Kejaksaan Agung, Pinangki Sirna Malasari, sampai kepada aktor intelektual. Demikian pendapat Indonesian Corruption Watch (ICW) yang disampaikan kepada media.

Tudingan ICW ini bukannya tanpa dasar. Sebelum divonis 10 tahun, Pinangki sebelumnya dituntut 4 tahun dan denda 500 juta serta subsider 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum.

"Putusan 10 tahun ini telah memberikan pesan kepada publik betapa ringanya tuntutan yang sempat dibacakan oleh penuntut umum," kata Anggota Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW,  Kurnia Ramadhana, dalam keteranganya resminya, Selasa, (9/2/2021).

BACA JUGA:  Sebanyak 12 PMI Non Prosedural dari Malaysia Diamankan Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas

Sementara itu, meski Pengadilan sudah menjatuhi vonis, Kurnia juga mengatakan pihaknya sampai saat ini masih meyakini banyak yang belum terungkap terkait penanganan Pinangki. ia mempertanyakan, kenapa Joko Sugiarto Tjandra percaya begitu saja kepada Pinangki guna mengurus persoalan hukum yang membelitnya di Indonesia. Padahal, perlu diketahui, Pinangki sendiri hanyalah pejabat eselon IV yang notabene bukan merupakan jabatan tertinggi pada sebuah institusi.

"Adakah pihak yang selama ini berada dibalik Pinangki dan menjamin sehingga Joko S. Tjandra percaya dengan agenda kejahatan tersebut?," tanya Kurnia.

BACA JUGA:  HMI Soroti Mangkraknya Pembangunan Gedung Bappeda Kota Banjar

Akibatnya, lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu juga mengungkapkan agar pengusutan kasus ini tidak lagi ditangani oleh Kejaksaan Agung RI. Menurut Kurnia, Korps Adhyaksa itu tidak bisa mengorek sampai pada dalang utama kasus tersebut. (CR-5/win).

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait