LSM Penjara Akan Ikuti Terus Sidang Kasus Walikota Ajay M Priatna dan Hutama Yonathan

Jawa Barat —Kamis, 11 Feb 2021 18:07
    Bagikan:  
LSM Penjara Akan Ikuti Terus Sidang Kasus Walikota Ajay M Priatna dan Hutama Yonathan
Ketua Umum LSM Penjara Andi Halim pihaknya belum bisa memberikan komentar kalau pihak terdakwa belum memberukan sanggahannya atau eksepsi. (foto:bagdja)

POSKOTAJABAR, CIMAHI.

Ketua Umum LSM Penjara Andi Halim menyatakan,  dirinya akan terus melakukan pemantauan masalah sidang kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) penyuapan dari pihak pemilik  Rumah Sakit Umum Kasih Bunda, Hutama Yonathan sebesar Rp 3,2 Miliar terhadap Walikota Cimahi Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, MM, terkai masalah perizinan, anggaran tahun 2018 - 2020.

Menurut Andi, tujuan pihaknya akan mengikuti jalannya persidangan tersebut, sampai tuntas dan juga kedepannya sidang Ajay-pun pihaknya akan tetap mengikuti terus.

"Saya hanya ingin tahu, apa sih yang sebenarnya, sejauh mana persidangan ini berjalan, apakah, kasus ini benar-benar kasus penyuapan, atau bukan, karena tupoksi LSM Penjara sebagai pemantau aparatur negara, sejauh mana peran dr Hutama terkait dengan terjadinya OTT terhadap Ajay M Priatna selaku Walikota Cimahi," terang Andi.

Tetapi kata Andi, karena belum ada sanggahan (eksepsi) dari pihak pengacara terdakwa, LSM Penjara tidak bisa mengambil kesimpulan.

BACA JUGA : Libur Imlek 2572, ASN Pemprov Jabar Dilarang Bepergian Keluar Daerah


 Tapi Andi saat disinggung dirinya telah mengikuti sidang terdakwa Hutama Yonathan, bagaimana tanggapannya, Andi belum bisa memberikan tanggapannya, karena kata Andi sidang Hutama yang perdana tersebut, Jaksa Penuntut dari KPK hanya membacakan dakwaannya, saja.


"Saya belum bisa memberikan keterangan, sebab persidangan ini belum ada sanggahan dari pihak pengacara terdakwa Hutama, kalau nanti, pada tanggal 22 Februari ada sanggahan atau eksepsi dari pihak pengacara Hutama, saya baru bisa memberikan komentar kepada media, kita tunggu tanggal 22 Februari pengacara terdakwa akan memberikan eksepsinya," jelas Andi.(Bagdja)


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait