Anak dan Lansia Rentan Tertular Covid-19, Vaksin Sinovac Buat Anak dan Lansia Belum Ada

Jawa Barat —Jumat, 12 Feb 2021 18:10
    Bagikan:  
Anak dan Lansia Rentan Tertular Covid-19, Vaksin Sinovac Buat Anak dan Lansia Belum Ada
Kapolres Tasikmalaya AKBP Rismansyahtono melakukan Vaksinasi Covid-19. (Foto: Ist)

POSKOTAJABAR, TASIKMALAYA.

Indonesia mensuplai Vaksin Sinovac Covid-19 sebanyak 120 juta dan  disebarkan ke seluruh Indonesia termasuk  Jawa Barat yang di pioritaskan untuk  tenaga kesehatan, karena mereka itu  merupakan garda terdepan dalam  menangani kasus Covid-19.

Demikian diungkapkan,  Hj. Neng Madinah Ruhiat  Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Jumat(12/02/2021)

 Menurut, Neng Madinah Ruhiat, jumlah tenaga nakes di Jawa Barat Sebanyak 162.000. Jadi belum setengahnya terdistribusikan sehingga warga masyarakat bermunculan mengiginkan vaksin tersebut.

 "Jadi banyak yang menginginkan vaksin tersebut untuk warga indonesia khususnya  jawa barat, sehingga tidak akan mungkin cepat selesai untuk 1 tahun ke depan dan bisa saja sampai 2 tahun," ucapnya.

 Bahkan Kata Neng Madinah Ruhiat, Vaksin sinovac juga di peruntukan untuk orang-orang yang berusia 18 tahun sampai 59 tahun,.

 "jadi untuk 0 tahun sampai 17 tahun itu belum diperkenankan menggunakan vaksin,"ujarnya

 Kemudian juga untuk 60 tahun keatas tidak diperkenankan untuk divaksin, ini justru usia-usia Ini yang di kategorikan rentan  dalam penularan Covid-19.

 "Sehingga permasalahan Covid-19, ini tidak akan selesai 2 sampai 3 tahun, Karena vaksinasi itu belum ada jenis untuk anak-anak maupun untuk orang tua lanjut," ujarnya.

 BACA JUGA : 22 Kecamatan di Indramayu Ditetapkan Daerah Tanggap Darurat Banjir, Inilah Daftarnya

 

Sementara, itu, ratusan tenaga kesehatan kota Tasikmalaya dalam gelar vaksinasi tahap ke dua tidak akan mendapatkan vaksinasi Covid-19.

 "hal itu dikarenakan, banyaknya faktor usia dan memiliki penyakit penyerta ( komorbid), ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana

 Menurutnya, jumlah tenaga kesehatan yang di tunda sebanyak 450 orang, karena masuk kategori eksklusi dan tidak boleh diberikan vaksin, itupun sesaui aturan yang dikeluarkan dari kementrian dari kesehatanan.(Kris)

 

 BACA JUGAUnit Tipikor Polres Ciamis Datangi Kantor Desa Pangandaran, Inilah Penjelasan Kades Pangandaran


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait