Jajaran Linmas Kelurahan Dilibatkan Dalam PPKM Mikro di Kota Cimahi

Jawa Barat —Minggu, 14 Feb 2021 11:01
    Bagikan:  
Jajaran Linmas Kelurahan Dilibatkan Dalam PPKM Mikro di Kota Cimahi
Linmaspun dilibatkan dalam PPKM Mikro di Kota Cimahi (Foto: Bagdja)
POSKOTAJABAR, CIMAHI.
Jajaran Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kelurahan di Kota Cimahi,  ikut diterjunkan dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Untuk penjagaan kampung, peran linmas di masa pelaksanaan PPKM Mikro terutama untuk melaksanakan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat.

Pemprov Jabar telah menggulirkan program Salira atau Satuan Perlindungan Masyarakat Juara. 

Peran Linmas memperkuat posko penanggulangan Covid-19, sekaligus turun melacak jejak virus Corona di tingkat desa.

Seperti yang diterapkan dalam pelaksanaan PPKM Mikro di Kelurahan Baros Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi. Sebanyak 105 linmas dilibatkan dalam PPKM Mikro yang berlangsung 8-22 Februari 2021.

"Untuk Linmas tiap RW kita libatkan dalam PPKM mikro ini. Karena sekarang tidak ada penutupan wilayah, jadi fungsinya lebih ke sosialisasi dan edukasi soal prokes Covid-19," ungkap Lurah Baros Agus Irwan.

Jajaran Linmas sebelumnya telah mendapatkan pembekalan dan pembinaan soal teknis pelaksanaan PPKM mikro termasuk saat pelaksanaan PPKM tahap I dan II yang terlebih dahulu diterapkan.

"Mereka sudah diedukasi dan mendapatkan pembinaan soal PPKM mikro ini. Sebetulnya selama pandemi ini mereka selalu mendapatkan pembinaan setiap bulan," terangnya. 



Pihak melakukan sosialisasi dan edukasi soal PPKM mikro pada masyarakat secara door to door termasuk monitoring kondisi pasien COVID-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri. 

Tak cuma sosialisasi dan edukasi, Linmas juga ditugasi untuk melakukan pendataan warga maupun tamu yang baru datang dari luar daerah terutama yang berstatus zona merah penyebaran COVID-19. 

"Kita data ke masing-masing rumah tangga, barangkali pernah melakukan perjalanan ke luar kota yang zona merah. Dari data ini, jadi sebagai acuan untuk mengetahui potensi sebaran kasus di setiap RW," pungkasnya. (Bagdja)




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait