Ahmad Septiana Bocah Asal Pangandaran Bertahan Hidup dengan Jantung Bocor

Jawa Barat —Minggu, 14 Feb 2021 13:52
    Bagikan:  
Ahmad Septiana Bocah Asal Pangandaran Bertahan Hidup dengan Jantung Bocor
Masinem (55) ibu dari Ahmad Septiana (9) saat menunjukan alat pacu jantung yang dipasang dibadan anak bungsunya. (foto: dry

POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.

Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat harus bertahan melawan penyakit jantung bocor yang dideritanya sejak lahir.

Keseharian Ahmad Septiana bocah kelas II SD warga Dusun Cidahon Rt 16/05 Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran itu sekilas tak jauh beda dari teman-teman seusianya. Dia tampak selalu riang dan aktif, padahal saat ini ia tengah berjuang melawan panyakit untuk bertahan hidup dengan bantuan alat pacu jantung permanen yang dipasang di badannya.

Ahmad merupakan anak bungsu dari 10 bersaudara dari pasangan suami istri Rasimin dan Masinem itu kini membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk biaya pengobatan.

Masinem mengatakan, semenjak dari lahir anaknya ini mengalami jantung bocor, keseharian Ahmad seperti anak-anak pada umumnya yaitu bermain bahkan sekolah seperti yang lain.

"Namun dia (Ahmad,red)  nggak boleh kelelahan karena kalau kamu dia akan sesak nafas dan setiap 5 bulan sekali harus kontrol," ujarnya saat ditemui POSKOTAJABAR, Minggu (14/02/2021).

Dia menyampaikan, bahwa anaknya itu bisa menjalani operasi jantung dirumah sakit jantung Harapan Kita di Jakarta agar anaknya itu bisa hidup normal dan sehat.

"Dulu sewaktu Ahmad berusia 5 bulan pernah ditawari oleh salah satu dokter di RSHS Bandung untuk operasi jantung di Rumah sakit jantung Harapan Kita di Jakarta, namun biayanya sekitar Rp300 juta dan sayapun menolak karena tidak memiliki uang sebanyak itu,” katanya.

Masinem mengungkapkan, anaknya yang berjuang melawan penyakit demi bertahan hidup harus dipasang alat pacu jantung permanen dibadannya.

"Saat ini, alat pacu jantung permanen selalu terpasang di badannya dan harus di cas setiap 5 bulan sekali dengan biaya sekitar Rp7,7 juta," tuturnya.

BACA JUGA : Polresta Bogor Amankan Belasan Pengendara Moge yang Melanggar PPKM, Videonya Viral


Masinem berharap, kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui dinas terkait agar bisa membantu dalam meringankan beban biaya untuk pengobatan anaknya.

“Harapan saya baik Pemerintah maupun Dermawan dapat meringankan biaya pengobatan anak saya. Kami juga sebagai orang tua terus menerus berupaya mencari biaya untuk pengobatan Ahmad," pungkasnya.

Dengan keterbatasan ekonomi orang tua Ahmad terus berupaya perjuangan kesembuhan anak bungsunya. Ayahnya Ahmad Rasimin bekerja sebagai seorang penderes kelapa habis-habisan ntar biaya untuk pengobatan anak bungsunya. (dry)


BACA JUGA: Pedagang Pasar Kota Cimahi Diberikan Vaksinasi Covid-19

Editor: Suherlan
    Bagikan: