Ketua Fraksi PAN Minta Labelisasi Radikal Terhadap Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin Segera Dicabut

Jawa Barat —Minggu, 14 Feb 2021 19:39
    Bagikan:  
Ketua Fraksi PAN Minta Labelisasi Radikal Terhadap Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin Segera Dicabut
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin, yang dituduh radikal. (Aminef)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyayangkan labelisasi radikal terhadap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin. Istilah radikal tidak selamanya buruk. Namun, ketika diaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) berarti maknanya radikal menjadi jelek dan buruk. Oleh karena itu, pelaporan dan labelisasi radikal kepada Prof. Din Syamsuddin segera dicabut

"Karena itu, kami tentu merasa tuduhan itu menyakiti salah seorang tokoh besar Indonesia yang selama ini dikenal sebagai orang yang memberikan keteduhan, dan membangun dialog lintas agama, dan lintas peradaban. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional," ungkap Saleh Partaonan Daulay, di Jakarta, Minggu (14/2/2021).

BACA JUGA:  Wapres Berkunjung ke Karawang, Korban Banjir Karangligar Berharap Dapat Solusi

Saleh Daulay menegaskan, Din Syamsuddin itu selalu menggelar dialog interfaith, dialog antaragama, serta dialog antarperadaban. "Dan beliau itu ikut di dalam organisasi-organisasi interfaith seperti itu bukan hanya di Indonesia, tetapi dunia internasional," jelas Saleh Daulay.

Bahkan, beliau itu pernah juga bicara di PBB, terkait dengan bagaimana Indonesia bisa membangun hubungan yang sangat harmonis, kemudian meningkatkan kohesivitas sosial yang didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945.

"Semua orang bisa mendengar ceramah beliau di PBB, itu ada di youtube, silakan saja, masih terekam dengan bagus. Kemudian, saya sebagai pribadi, menganggap dekat dengan Din Syamsuddin, karena apa? Beliau itu senior saya di Muhamamdiyah, senior saya di Pemuda Muhammadiyah, dan bahkan beliau dosen saya di UIN Syarif Hidayatullah," stutur mantan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Saleh menjelaskan, kalau misalnya, Din Syamsuddin mungkin menyampaikan satu, dua kritik kepada pemerintah, itu harus dipastikan bahwa kritiknya itu dalam konteks membangun Indonesia. "Karena, tentu di dalam sistem demokrasi yang kita anut seperti ini harus ada juga kritik yang konteksnya membangun. Saya pastikan, Pak Din Syamsuddin tidak ada sedikit pun berniat buruk, berniat jahat, dan membenci dalam kritiknya itu," ujar Saleh Daulay.

BACA JUGA:  Presenter Kondang Raffi Ahmad dan Penyanyi Agnes Monica Dilirik PKB untuk Pilkada DKI, Ini Alasannya

Hal itu, lanjutnya,  harus dimaknai sebagai tugas beliau sebagai seorang profesor, tugas beliau sebagai tokoh umat, tokoh bangsa, dan juga sebagai warga negara. Sebab, Presiden Jokowi kan juga sudah menyatakan enggak apa-apa kalau dikritik. Kenapa kok ada sekelompok kecil orang di ITB yang mengatakan seperti itu.

Saleh Daulay mengakui, pihaknya telah menghubungi beberapa alumi ITB,  bahkan tokoh-tokoh yang pernah juga menjabat di republik ini. "Terkait dengan kelompok itu, mereka mengatakan itu kelompok kecil saja di ITB, mengatasnamakan ITB seperti itu," kata Saleh Daulay.

Sebetulnya ,masih banyak pendukung Din Syamsuddin di ITB itu sendiri, mulai alumni, mahasiswa, dosen, masih banyak yang bersimpati, menghormati dan tidak sesuai dengan pemikiran yang dilaporkan (GAR-ITB) itu. "Saya minta pelaporan dan labelisasi radikal kepada Prof. Din Syamsuddin segera dicabut," pungkasnya. (johara/tha)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait