Secara Kumulatif Nasional, Tingkat Penularan Covid-19 Dinilai Mengalami Penurunan

Jawa Barat —Minggu, 14 Feb 2021 20:18
    Bagikan:  
Secara Kumulatif Nasional, Tingkat Penularan Covid-19 Dinilai Mengalami Penurunan
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito. (Covid-19.go.id)

POSKOTAJABAR, JAKARTA.  

Tingkat penularan Covid-19 di tengah masyarakat dinilai sudah menurun. Itu bisa dilihat dari penambahan kasus positif Covid-19 yang mengalami penurunan. Perhari Minggu (14/02/2021) kasus positif Covid-19 hanya bertambah sebanyak 6.756 orang. Namun demikian, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tetap minta masyarakat untuk mewaspadai penularan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Per hari Minggu (14/2/2021) Satgas mengumumkan secara kumulatif nasional,  kasus positif Covid-19 sudah mencapai angka 1.217.468 orang. Sedangkan, mereka yang sembuh dari Covid-19 perhari Minggu (14/02/2021) bertambah sebanyak 9.237 orang, sehingga secara nasional menjadi 1.025.273 orang. Mereka yang meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah sebanyak 247 orang, sehingga secara nasional menjadi 33.183 orang.

BACA JUGA:  Ketua Fraksi PAN Minta Labelisasi Radikal Terhadap Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin Segera Dicabut

Dalam sebaran penambahan kasus positif Covid-19 di setiap provinsi, DKI Jakarta masih tertinggi yaitu sebanyak 2.496 orang. Kemudian, posisi kedua, Jawa Barat dengan penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 882. Sedangkan, posisi ketiga Jawa Timur dengan jumlah 516 orang dan keempat, Jawa Tengah, dengan jumlah sebanyak 478 orang.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, menegaskan dalam mencegah laju penularan sangat ditentukan upaya langsung dan tidak langsung. "Upaya langsung yaitu protokol kesehatan (Prokes) 3M seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan yang dilakukan masyarakat," jelas Wiku.

Dia menjelaskan, upaya langsung dengan 3M akan memiliki dampak lebih cepat memperlambat laju penularan karena upaya tersebut bentuk pencegahan agar seseorang tidak tertular.

Lalu upaya tidak langsung ialah 3T seperti testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan) yang dilakukan pemerintah. Upaya tidak langsung 3T ini, membutuhkan waktu lebih lama melihat dampaknya dalam memperlambat laju penularan. Upaya 3T merupakan bentuk penanganan setelah seseorang tertular.

BACA JUGA:  Pemimpin yang Ingin Membangun Peradaban Tidak Boleh Keluar dari Alquran dan Sunnah

Disamping itu, dalam melihat perkembangan penanganan mingguan, ia menjelaskan, bahwa kenaikan atau penurunan kasus baru mingguan, merupakan selisih kasus baru minggu ini dibandingkan minggu lalu.

"Penting untuk melihat dari sudut pandang tren kenaikan kasus atau penurunan kasus baru mingguan. Hal ini dapat menunjukkan, apakah kasus penularan di tengah masyarakat menunjukkan perlambatan atau tidak," jelasnya. (johara/tha)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait