Angka Kelahiran Menurun tapi Angka Kematian Meningkat, Inilah Data Disdukcapil Pangandaran

Jawa Barat —Senin, 15 Feb 2021 08:59
    Bagikan:  
Angka Kelahiran  Menurun tapi Angka Kematian Meningkat, Inilah Data Disdukcapil Pangandaran
Kantor Disdukcapil Kabupaten Pangandaran (foto: radartasikmalaya)

POSKOTAJABAR, PANGANDARAN. 
Angka kelahiran di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan. 

Kepala Seksi Kelahiran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pangandaran Warjo mengatakan, untuk angka kelahiran pada tahun 2019 tercatat sebanyak 18.817 kali sementara di tahun 2020 sebanyak 13.598 kali.

"Penurunan angka kelahiran antara tahun 2019 dan 2020 ada sebesar 5.219 kali," ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu (14/02/2021).

Kata dia, antara Januari hingga Juni 2019 terjadi 7.054 kelahiran, sementara dari periode Juli sampai dengan Desember 2019 angka kelahiran mencapai 11,763 kali.

"Periode Juli sampai Desember paling banyak terjadi kelahiran," katanya.

Jika dibandingkan pada periode Januari sampai dengan Juni 2020, sambung dia, terjadi 6.128 kali kelahiran sementara pada periode Juli sampai Desember 2020 terjadi 7.470 kali kelahiran.

"Di periode tahun 2020 sangat kontras penurunanya," ucap Warjo.

Menurut Warjo, angka kelahiran ini sangat penting untuk didata dan setiap anak wajib memiliki akte kelahiran.

"Dulu-dulu masih ada anak yang tidak dibuatkan akte kelahiran," tuturnya.

Warjo menyebutkan, bahwa akte kelahiran biasanya digunakan untuk syarat administrasi si anak apabila akan masuk sekolah atau sebagai syarat menikah kelak.

"Kalau zaman sekarang kesadaran untuk membuat akte kelahiran sudah bagus," jelasnya.

Syarat-syarat pembuatan akte kelahiran, lanjut dia, seperti surat keterangan lahir dari dokter atau bidan, fotokopi akta nikah, fotokopi KK dan KTP elektronik kedua orang tua, fotokopi dua orang saksi.

"Pembuatan akte tidak dipungut biaya," sebutnya.


Sementara itu, Kepala Seksi Kematian Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pangandaran Suparman Adiwijaya mengatakan, pada tahun 2019 angka kematian tercatat 3.054 kejadian sedangkan tahun 2020 tercatat 3.369 kejadian.

"Angka kematian dalam dua tahun terakhir antara tahun 2019 dan 2020 yang lebih tinggi angkanya yaitu pada tahun 2020 mencapai 3.369," katanya.

Suparman menambahkan, selisih angka kematian dari tahun 2019 ke 2020 mencapai 315 kali kejadian. (dry)




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait