Dihempas Angin Kencang dan Diguyur Hujan Deras Gedung SDN Amansari 2 Ambruk

Jawa Barat —Senin, 15 Feb 2021 12:56
    Bagikan:  
Dihempas Angin Kencang dan Diguyur Hujan Deras Gedung SDN Amansari 2 Ambruk
Sekolah SDN Amansari 2 ambruk akibat dihempas angin kencang dan diguyur hujan, tidak ada korban jiwa.(foto:ist)

POSKOTAJABAR, KARAWANG.

Dihempas angin kencang dan guyuran hujan, atap bangunan  ruang kelas SDN Amansari 2 Desa Amansari Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang ambruk, Minggu (14/02/2021) sore.
Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Diketahui bangunan SD di Rengasdengklok itu sudah tua, hingga ambruk dihempas angin kencang di tengah guyuran hujan deras.

"Kami sudah mendapatkan laporan terkait dengan ambruknya  dua atap ruang kelas di SDN Amansari 2 ,"  ungkapnya Titin Sumiati  Kepala Sekolah SDN Amansari 2, Senin (15/02/2021).

Menurutnya,  ruangan Bangunan tersebut sudah lama dikosongkan. "Sudah hampir setahun dikosongkan sebelum pandemi Covid 19, sebelumnya hanya satu ruangan yang kondisinya parah," terang Titin.

Titin juga mengatakan, sudah beberapa kali mengajukan perbaikan gedung sekolah SDN Amansari 2 ke Disdikpora  Kabupaten Karawang, bahkan  sudah di Survai juga oleh kepala dinas ,pada saat kegiatan bimtek.

Gedung sekolah yang ambruk ini direhab pada tahun 2012  lalu dengan memiliki tujuh ruang kelas dengan jumlah peserta didik 390  siswa (enam rombongan belajar). Memang bangunannya sudah tua," tuturnya.

Ambruknya bangunan ruang tersebut berdampak pada rusaknya dinding ruangan perpustakaan yang berada di samping ruang kelas yang ambruk, sehingga ruangan perpustakaan tidak lagi ditempati.

Hal yang sama dengan Badan Koordinator Pendidikan Tingkat Kecamatan Rengasdengklok, Rusta Anzag. Dia mengatakan pihaknya sudah mengajukan beberapa kali bahkan akan menjadi skala prioritas.

"Sebetulnya saya sudah malu mengajukan beberapa kali mengusulkan perbaikan banguna gedung tersebut sampai Sekarang," ungkap Rusta.

Bahkan sudah ada kedatangan dari Kapala Disdikpora ke lokasi sekolah untuk melihat kondisi tiga ruangan sekolah yang mengkhawatirkan. "Sehingga saya meminta kepada kepala sekolah untuk mengosongkan ruangan," ujarnya.


BACA JUGA : Puluhan Warga Tuntut Perangkat Desa Pamotan Kabupaten Pangandaran Diberhetikan, Inilah Alasannya


Rusta juga mengaku sudah mengintruksikan kepada Kepala sekolah  agar  gedung tidak dipakai untuk kegiatan belajar mengajar, karena gedung sudah miring. Namun, karena tidak ada ruangan lagi, akhirnya ruangan tersebut tetap dipakai.

"Beruntung tidak ada korban jiwa, karena saat ini KBM melalui Pengajaran Jarak Jauh (PJJ)," terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Kabupaten Karawang Asep Junaedi mengaku sudah menerima laporan ikhwal gedung SD ambruk itu. Dirinya sudah berkoordinasi untuk memperbaiki sekolah tersebut.

"Tapi saya juga mau minta laporan dari kepala Bakorwil Pendidikan Kecamatan, kira kira apa harus rehab biasa atau total," bebernya.(asl)


BACA JUGA : Longsor di Nganjuk, 20 Warga Desa Ngentos Hilang Tertimbun

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait