Lucinta Luna Bebas Penjara Melalui Proses Asimilasi

Gaya Hidup —Senin, 15 Feb 2021 13:03
    Bagikan:  
Lucinta Luna Bebas Penjara  Melalui Proses Asimilasi
lucinta Luna _ @LucintaLuna

POSKOTAJABAR, BANDUNG


Kabar menyenangkan datang dari artis Lucinta Luna yang menghirup udara bebas pada Kamis (11/2/2021). Hal itu dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti.


"Betul, tanggal 11 (Februari 2021) kemarin Lucinta Luna sudah bebas, tapi bukan bebas murni melainkan menjalankan asimilasi di rumah," kata Rika Aprianti, Senin (15/2/2021).


Baca : Sinopsis Ikatan Cinta, Senin 15 Februari 2021, Malam Pertama Al dan Andin Terjadi Juga, Aladin Otw Ke Dunia


Rika Aprianti menjelaskan asimilasi di rumah. Nantinya, Lucinta Luna akan bebas murni pada 10 Agustus 2021. "Menjalani sisa pidananya sampai Agustus," sambungnya.


Lucinta Luna divonis 1,5 tahun penjara karena penyalahgunaan narkoba. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan vonis pada 30 September 2020.


BACA : Cek Zodiak Hari Ini Senin 15 Februari 2015 Lengkap


Kala itu, Rika juga menjelaskan syarat Lucinta Luna mendapat asimilasi. Model seksi ini harus memenuhi beberapa persyaratan.


"Mengenai asimilasi nanti kita cek apakah sudah waktunya. Kira-kira asimilasi yang bersangkutan, tapi tentunya Lucinta wajib membayar subsider dulu sebelum diusulkan asimilasi," ungkap Rika Aprianti.
Lucinta Luna harus membayar denda Rp10 juta. Jika tidak mampu membayar itu maka masa hukuman Lucinta Luna ditambah satu bulan.


"Kalau memang menurut persyaratan pasti siapapun itu, mau Lucinta Luna, mau siapapun warga binaan, yang memenuhi persyaratan akan di program asimilasi," pungkas Rika.


BACA : Ramalan Zodiak Besok, Selasa 16 Februari 2021


Kala itu, Lucinta Luna positif mengonsumsi benzo juga amfetamin. Lucinta Luna mengaku saat itu tengah depresi. "Kami bukan psikolog untuk menilai itu, tapi saya sampaikan bahwa di dalam pengalaman kami menangani kasus-kasus narkoba memang banyak sekali atau itu alasan-alasan klasik menyatakan sedang stres," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Februari 2020.


Kombes Audie mengatakan tak ada alasan yang membenarkan orang memakai narkoba.


"Ya logikanya banyak orang stres, tapi tidak harus gunakan narkoba," ucap Kombes Audie S Latuheru.
"Setelah kemarin kami mendapatkan hasil pemeriksaan rambutnya, kami baru tahu bahwa yang bersangkutan sudah menggunakan narkoba itu dalam waktu yang lama, setidaknya terbaca dari hasil pemeriksaan itu dia gunakan selama sebulan,"pungkas Audie. 

Editor: Resti
    Bagikan:  


Berita Terkait