Hari ini, 200 Penumpang Kereta Api Stasiun Bandung Tes Covid-19 dengan Hembusan Nafas

Jawa Barat —Senin, 15 Feb 2021 14:06
    Bagikan:  
Hari ini, 200 Penumpang Kereta Api Stasiun Bandung Tes Covid-19 dengan Hembusan Nafas
Suasana di stasiun Bandung Jl Kebon Kawung pada hari pertama dibukanya tes corona dengan GeNose Senin (15/2/2021). (foto:aris)
POSKOTAJABAR, BANDUNG.
Antusias calon penumpang di Stasiun Bandung Jl Kebon Kawung untuk melakukan tes Covid-19, lewat hambusan hafas dengan GeNose C19 cukup tinggi. Walau demikian, tetap saja ada yang belum mendapatkan informasinya, masih antre di gerai rapid antigen, Senin (15/02/2021).

Hinggi berita ini ditulis, Senin pukul 12.00 WIB calon penumpang yang sudah mengikuti tes Covid-19 dengan GeNose C19 jumlahnya sudah mencapai 200 orang.

"Belum ada yang terdeteksi positif Covid-19," kata Manajer Humas Daop 2 Bandung Kuswardojo di Stasiun Bandung Jl Kebon Kawung, Bandung, Senin (15/02/2021).

Jika GeNose C19, mendeteksi ada calon penumpang positif Covid-19, maka alat harus diseterilkan selama satu jam.

Setelah itu, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Bandung.

"Kami akan langsung menghubungi Dinas Kesehatan, jika ada penumpang yang positif Covid-19," katanya.

Calon penumpang itu juga bisa segera membatalkan tiket yang sudah dipesannya.

Kuswardojo juga menjelaskan dihari pertama tes GeNose, calon penumpang cukup antusias mengikuti tes.

"Yang sudah mendapatkan informasi soal GeNose, lebih memilih tes corona dengan menggunakan GeNose," katanya.



Walau demikian, tambahnya, tetap saja masih ada calon penumpang yang memilih antre ke gerai rapid antigen.

"Mungkin karena belum mendapatkan informasi soal tes dengan menggunakan GeNose," terangnya.

Farid, salah satu calon penumpang yang akan pergi ke Jakarta saat dimintai pendapatnya mengatakan, sudah mengetahui ada tes GeNose sejak beberapa hari lalu.

"Saya tahunya dari Jakarta, tetapi saya baru pertama kali ini ikut tes dengan menggunakan GeNose," katanya.

Adapun alasan memilih tes corona dengan menggunakan hembusan nafas karena biayanya lebih murah.

"Alasannya karena biayanya, kan lebih murah," pungkasnya. (Aris)



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait