Dispangtan Kota Cimahi Mulai Laksanakan Vaksin Gratis Flu Burung dan Rabies

Jawa Barat —Senin, 15 Feb 2021 15:03
    Bagikan:  
Dispangtan Kota Cimahi Mulai Laksanakan Vaksin Gratis Flu Burung dan Rabies
drh Mita Mustikasari sedang menyuntikan vaksin flu burung pada hewan milik warga . (foto:bagdja)
POSKOTAJABAR, CIMAHI.
Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi  mulai melaksanakan  vaksin flu burung dan rabies secara gratis, pekan depan di  Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara.  Kegiatan vaksinasi ini rutin dilakukan setiap tahun oleh Dispangtan Kota Cimahi.  Tahun ini sudah disiapkan sebanyak 800 dosis vaksin rabies, dan  600 dosis vaksin flu burung.

Kepala Bidang Pertanian Dispangtan Kota Cimahi, Mita Mustikasari mengatakan, Dispangtan Kota Cimahi secara rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan milik warga, para warga hanya cukup datang ke tempat yang sudah disiapkan. 

"Kita sudah siapkan untuk vaksin masing-masing untuk flu burung sebanyak 600 dosis, dan 800 dosis untuk rabies. Kita mulai laksanakan minggu depan di Kelurahan Cibabat," katanya Senin (15/02/2021).

Menurut Mita, untuk vaksin rabies tahun ini jumlahnya lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya selalu sama dengan vaksin flu burung, yakni 600 dosis.

"Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan vaksin rabies ditahun sebelumnya, dari target 600 dosis suka kurang. Jadi kita suka minta bantuan ke provinsi. Sehingga untuk mengantisipaai kekurangan vaksin, maka di 2021 kita tambah alokasinya," beber Mita.

Pelaksanaan vaksin rabies dan flu burung dilakukan tersebar di 15 kelurahan yang ada di Kota Cimahi. Sasaran vaksin rabies dan flu burung diantaranya anjing, kucing, musang, monyet, ayam, bebek, entog, dan angsa.

"Warga banyaknya yang bawa kucing, anjing, dan ayam. Tahun kemarin ada juga monyet," kata Mita.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi dilakukan di masing-masing kelurahan  yang dipusatkan di satu lokasi. Untuk itu pihaknya menyebarkan surat edaran ke kelurahan untuk konfirmasi penjadwalan pelaksanaan vaksinasi.

"Iya  kita berkirim surat ke kelurahan untuk minta penjadwalan vaksinasi, yang meliputi waktu dan tempat pelaksanaan, nanti kelurahan yang menentukan. Petugas dan masyarakat yang mau vaksinasi datang ke tempat yang sudah ditentukan oleh kelurahan yang bersangkutan," jelas Mita.

Diakuinya, setiap diadakan vaksinasi, animo masyarakat untuk memvaksin hewan peliharaanya cukup tinggi. Terbukti setiap pelaksanaan jumlahnya bisa mencapai puluhan. 

"Masyarakat cukup antusias. Kita ngga batasi, selama vaksinnya tersedia, kalau target 'kan 800 dosis, tapi kalau kurang kita bisa koordinasi minta bantuan provinsi," ujarnya.


Diakui Mita, tahun lalu tidak semua kelurahan dilakukan vaksinasi karena awal mewabahnya Covid-19. Pihaknya hanya bisa vaksinasi di 8 kelurahan yakni Cipageran, Cteureup, Cibabat,  Cimahi, Karangmekar, Setiamanah, Cibeureum, dan Padasuka.

"Tahun 2020 kemarin kita hanya bisa vaksinasi di 8 kelurahan, karena pada awal-awal pandemi Covid-19 sempat dihentikan dulu. Baru sekitar bulan oktober kita kembali melakukan vaksinasi ke kelurahan. Mudah-mudahan tahun 2021, bisa dilaksanakan di 15 kelurahan," harap Mita.

Di tengah pandemi Covid-19, dalam pelaksanaan vaksinasi ini pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat, guna menghindari penyebaran Covid-19.

"Selama kegiatan vaksinasi berjalan kita tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, baik bagi petugas maupun masyarakat yang mau vaksinasi. Kita lakukan penjadwalan pelayanan untuk menghindari kerumunan. Itu bisa kita koordinasikan dengan kelurahannya,"tuturi Mita. (Bagdja).



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait