Jaksa Penuntut Umum Menuntut Irjen Napoleon Bonaparte dengan Hukuman 3 Tahun Penjara dan Denda 100 juta, Dalam Kasus Djoko Tjandra

Jawa Barat —Senin, 15 Feb 2021 19:38
    Bagikan:  
Jaksa Penuntut Umum Menuntut  Irjen Napoleon Bonaparte dengan Hukuman 3 Tahun Penjara dan Denda 100 juta, Dalam Kasus Djoko Tjandra
Irjen Pol. Napoleon Bonaparte (kemeja putih/duduk) sesaat sebelum menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. (POSKOTA)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, menuntut  Inspektur Jenderal (Irjen) Pol. Napoleon Bonaparte dengan hukuman 3 tahun penjara dan denda 100 juta subsider 6 bulan atas kasus dugaan suap penghapusan Red Notice terhadap terdakwa Djoko Tjandra.

"Menuntut dengan pidana penjara selama 3 tahun, dengan perintah agar terdakwa ditahan di rumah tahanan," kata JPU Junaidi, ketika membacakan tuntutan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin, (15/02/2021).

Adapun alasan JPU dalam memberikan tuntutan tersebut atas dasar dua pertimbangan, yakni pertimbangan yang memberatkan dan meringankan terhadap terdakwa. Mengenai hal yang memberatkan, JPU menjelaskan bahwa Irjen Napoleon dianggap tidak mendukung pemerintah untuk memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme.

BACA JUGA:  Calon Penumpang yang Hasil Tes GeNose C19 Reaktif Covid-19, PT KAI Kembalikan Biaya Tiket 100 Persen

Tak hanya itu, Napoleon yang notabene merupakan anggota kepolisian dianggap merusak kepercayaan masyarakat kepada institusi penegak hukum.

Sementara itu, hal yang meringankan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri itu, dianggap kooperatif selama persidangan.

"Kemudian, terdakwa juga baru sekali melakukan tindak pidana," ungkap JPU.

Napoleon dianggap telah melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

BACA JUGA:  Akhirnya MK Tolak Gugatan Sengketa Pilkada 2020 Kabupaten Pangandaran

Perlu diketahui dalam perjalanannya, Napoleon didakwa atas kasus penerimaan suap dari terdakwa Djoko Tjandra. Adapun suap itu diterima Napoleon guna menghaluskan nama Djoko Tjandra dari daftar Red Notice.

Dia diduga menerima uang senilai 200 juta Singapura dan 370 ribu dollar Amerika Serikat dari Tommy Sumardi. (CR-5/tha)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait