Berikan Waktu Dua Minggu, Warga Tuntut Kaur Umum dan Kadus Desa Pamotan Diberhentikan

Jawa Barat —Senin, 15 Feb 2021 20:30
    Bagikan:  
Berikan Waktu Dua Minggu, Warga Tuntut Kaur Umum dan Kadus Desa Pamotan Diberhentikan
Warga masyarakat yang melakukan audensi di aula Desa Pamotan menuntut diberhentikan dua orang perangkat desa (foto: dry)
POSKOTAJABAR,PANGANDARAN
Puluhan warga masyarakat Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran lakukan audensi dengan menuntut Kepala Desa Pamotan Andi Suwandi untuk memberhentikan kedua perangkat Desa bagian Kaur Umum dan Kepala Dusun Pamotan.

Sebanyak 50 lebih peserta warga yang beraudensi diterima oleh Kepala Desa, Camat Kalipucang, Kapolsek, Danramil, BPD, Sekretaris Dinas Sosial dan PMD berlangsung di Aula Desa Pamotan itu sempat memanas ketika beberapa warga menyampaikan aspirasinya. Namun suasana panas tersebut tidak berlangsung lama.

Juru Bicara dari masyarakat, Dede Oman Sukarna mengatakan, tujuan masyarakat mengadakan audensi ini meminta kepada Kepala Desa untuk memberhentikan dua orang perangkat Desa yaitu Kaur Umum dan Kadus Pamotan.

"Dari kami masyarakat meminta bahwa kedua orang tersebut untuk mengundurkan diri ataupun diberhentikan dari jabatannya," ujarnya kepada wartawan, Senin (15/02/2021).

Alasannya, kata dia, karena masyarakat sudah tidak percaya dan sudah tidak puas akan kinerja mereka selama menjabat sebagai pekerja Desa Pamotan.

"Permasalahan yang sigfinikan terlalu banyak, jadi mereka sudah menjabat belasan tahun dan setiap tahun selalu menimbulkan masalah program-program selalu tidak benar dan banyak masalah lainnya jadi kami sebagai masyarakat meminta mereka untuk mengundurkan diri," ucapnya.

Oman menegaskan, masyarakat memberikan  waktu dua minggu kepada pemerintahan desa untuk menyelesaikan masalah ini.

"Jikalau dua minggu tidak ada kabar atau tidak ada pemberitahuan lebih lanjut kami akan datang dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi," tegasnya.


Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Andi Suwandi menyebutkan, pihaknya akan mengambil langkah yang sesuai dengan prosedur terkait tuntutan dari masyarakat.

"Kami juga akan melakukan pendekatan, negosiasi terlebih dahulu kepada kedua perangkat tersebut," katanya.

Menurut dia, tuntutan warga masyarakat kepada pemerintahan desa untuk tetap memberhentikan dua orang perangkat desa bagian Kaur Umum dan Kepala Dusun Pamotan. 

"Tentunya kami akan melakukan tahapan demi tahapan terlebih dahulu sesuai prosedur yang ada bersama tim, mudah-mudahan bisa cepat di selesaikan," tutupnya. (dry)


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait