Jaksa Tuntut Dua Mantan Petinggi PT Garuda Indonesia dengan Tiga Pasal, Kasus Penyelundupan Harley Davidson dan Brompton

Jawa Barat —Selasa, 16 Feb 2021 08:49
    Bagikan:  
Jaksa Tuntut Dua Mantan Petinggi PT Garuda Indonesia dengan Tiga Pasal, Kasus Penyelundupan Harley Davidson dan Brompton
Sidang perdana Mantan Dirut Garuda Ari Askhara di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (15/2/2021). (Poskota)

POSKOTAJABAR, TANGERANG.

Dua mantan petinggi perusahaan penerbangan PT Garuda Indonesia yaitu mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara, dan mantan Direktur Operasional PT Garuda Indonesia, Iwan Joeniarto didakwa dengan tiga pasal oleh  Jaksa Penuntut Umum (JPU), dalam kasus kepabeanan dan penyelundupan barang mewah motor Harley Davidson dan sepeda Brompton. Itu terungkap dalam saat sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Senin (15/02/2021) dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, Bayu Probo Sutopo, mengatakan, ada tiga pasal dakwaan yang disangkakan kepada mantan Direktur utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara dan mantan Direktur Operasional PT Garuda Indonesia Iwan Joeniarto. 

BACA JUGA:  Sikapi Tuntutan Warga Pamotan, Muspika Kalipucang Kabupaten Pangandaran akan Bentuk Tim Investigasi

Yang pertama, pasal 102 huruf E UU No 17 tahun 2006 JO 55 ayat 1, tentang UU Kepabeanan. Kedua, pasal 102 huruf H, dan yang ketiga pasal 103 huruf A dengan ancaman hukumannya minimal 1 tahun dan maksimal 10 tahun dengan denda minimal Rp. 50 juta, atau maksimal Rp5 miliar. 

Sedangkan, tentang tidak ditahannya kedua terdakwa, Bayu menjelaskan, alasannya tkarena keduanya memiliki kepentingan dalam beberapa kebijakan terkait penerbangan. "Ada beberapa pertimbangan dalam hal ini (mereka) masih dibutuhkan, terkait kegiatan yang ada di penerbangan. Jadi, kebijakan mantan pimpinan Garuda ini masih dijadikan pertimbangan untuk kepentingan negara, yaitu terkait dengan penerbangan," ungkap Bayu Probo Sutopo. 

Sementara, kedua terdakwa, baik I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara dan Iwan Joeniarto enggn berkomentar saat selesai sidang. Keduanya sama sekali tidak mengomentari tentang tuduhan JPU yang diberikan kepada mereka. Didampingi pengacarnya, keduanya langsung berjalan meninggalkan Gedung Pengadilan Negeri Kota Tangerang tanpa kata sedikit pun. 

BACA JUGA:  Uu Ruzhanul Ulum Yakin Suharso Monoarfa Mampu Besarkan PPP

Seperti diketahui, Ari Askhara dan Iwan Joeniarto yang merupakan mantan Direktur Operasional PT Garuda Indonesia terlibat dalam kasus kepabeanan dan penyelundupan  saat pesawat baru yang dibeli PT Garuda Indonesia mendarat di hanggar milik PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, pada Sabtu, 7 Desember 2019 lalu. 

Petugas Bea dan Cukai menemukan sejumlah barang mewah berupa onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Bromptom ilegal di bagasi pesawat yang baru datang dari pabrik Airbus di Perancis tersebut. (toga/win) 

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait