Terungkap, Ini Faktanya Ternyata Musik Dapat Mempengaruhi Psikologi Pengunjung Café dan Resto

Gaya Hidup —Selasa, 16 Feb 2021 15:05
    Bagikan:  
Terungkap, Ini Faktanya Ternyata Musik Dapat Mempengaruhi Psikologi Pengunjung Café dan Resto
Musik dapat mempengaruhi psikologis pegunjung cafe (Foto: deuscustoms.com)

BAGI sebagian kaum urban di perkotaan, berkunjung ke café atau restoran tentu sudah menjadi kebiasan yang kerap dilakukan. Mulai dari meeting kerja atau hanya sekedar nongkrong bersama teman, pasangan atau sahabat tentu sering kita jumpai di café atau restoran. Berada di café atau restoran sambil diiringi lantunan musik, juga merupakan hal yang lumrah terjadi. Tapi, tahukah Anda seberapa besarkah pengaruh musik pada tingkat kenyamanan para pengunjungnya ketika sedang berada di dalam café atau restoran?

Sebagian besar café dan restoran pasti akan memutarkan musik dan lagu yang sedang hits atau banyak disukai orang sekarang iniNamun, selain karena sedang hits, ternyata ada teori sendiri yang menjelaskan tentang seberapa besarnya pengaruh musik pada pola konsumsi dan tingkat kenyamanan para pengunjung di dalam café atau restoran itu sendiri.

Musik yang diputar di suatu cafe akan berpengaruh pada pola konsumsi dan tingkat kenyamanan para pengunjung di dalamnya. Hal ini juga mungkin bisa berdampak pada tingkat keuntungan cafe tersebut. Pasalnya menurut penelitian yang dilakukan oleh Swedish Retail Institute dan Soundtrack Your Brand, musik juga mempengaruhi terhadap penjualan pada subuah cafe/restoran.

BACA JUGA:  Dalam Pusaran Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Syiah Dimana Jalaludin Rakhmat Berada?

Dikutip dari The Guardian  “Beberapa studi menunjukkan, bahwa jika Anda memainkan musik klasik di restoran, pengunjung terpancing menghabiskan uang lebih banyak. Sementara, jika musiknya uptempo, pengunjung akan lebih cepat keluar restoran atau makan dan minum lebih cepat,” ujar Professor Charles Spence dari Oxford University.

Bedasarkan penilitian tersebut, bisa disimpulkan kalau musik itu sangat punya pengaruh besar kepada tingkat kenyamanan dan pola konsumsi para pengunjung café atau restoran. Ada juga, peneliti yang menemukan bahwa musik yang diputar itu sesuai dengan citra sebuah café atau restoran, dan ujungnya itu dapat meningkatkan penjualan.

Penjualan bisa meningkat terutama pada makanan penutup, pelanggan juga menjadi betah untuk berlama-lama tinggal di café atau restoran. Kondisi ini mungkin akan sangat baik dan menguntungkan bagi para pengusaha café atau restoran. Namun, sebaliknya untuk konsumen yang tidak bisa mengontrol selera makan, ini akan berakibat pada konsumsi makanan berlebihan dan tentunya pada berdampak pada isi kantong. Ternyata, musik tidak hanya mempengaruhi pola pemesanan konsumen, tapi juga bisa mempengaruhi hasrat beli konsumen.


Tempo Musik dan Perilaku Manusia

Penelitian lain pun mengungkap tentang efek volume musik terhadap psikologis manusia. Penelitian pun dilakukan oleh Dr. Dipayan Biswas dari University of South Florida, AS. Ia mengemukakan, bahwa tempo musik yang cepat dan bervolume besar akan meningkatkan kadar stres. Sehingga, dalam keadaan seperti itu, orang cenderung memilih makanan berminyak seperti burger dan kentang goreng seperti dilansir Daily Mail.

Dr. Biswas juga percaya, kalau penelitian ini bisa digunakan untuk memanipulasi pola beli orang. Ia menuturkan, “Restoran dan supermarket bisa menggunakan strategi musik untuk mempengaruhi perilaku belanja konsumen.

BACA JUGA:  Akhirnya Dua Perangkat Desa Pamotan Mengundurkan Diri dengan Legowo

Awalnya, Dr. Biswas melakukan penelitian di salah satu kafe di wilayah Stockholm, Swedia. Kafe itu memutar lagu dari beragam genre dengan intensitas suara 55 dB dan 70dB. Sebagai bayangan, intensitas suara 55 dB sama seperti suara obrolan atau suara yang dikeluarkan pendingin udara. Sedangkan intensitas suara 70 dB hampir sama seperti suara vacuum cleaner.

Menu yang dijual di sana dibagi dalam tiga kategori, sehat, kurang sehat, dan seimbang. Penelitian ini dilakukan selama beberapa hari. Hasilnya, lebih dari 20 persen pengunjung membeli makanan kurang sehat saat musik bervolume keras diputar. Sebaliknya, saat diputar musik bertempo lambat justru pengunjung memilih menu makanan sehat.

Restoran cepat saji seperti McDonald’s pun sudah menerapkan langkah ini. Gerai cepat saji itu sudah memasang sistem suara yang dirancang khusus. Sistem itu, dinamai Soundtrack Your BrandSoundtrack Your Brand ini menyertakan merek dagang dan bisa menimbulkan beragam emosi positif sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan. (ES)

Editor: Edi
    Bagikan:  


Berita Terkait