Polresta Bandung Tangkap Pelaku Pemukulan Anak di Soreang Kabupaten Bandung

Kriminal —Selasa, 16 Feb 2021 19:03
    Bagikan:  
Polresta Bandung Tangkap Pelaku Pemukulan Anak di Soreang Kabupaten Bandung
Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan Konferensi Pers di Mapolresta Bandung. Selasa (16/2/2021)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Polresta Bandung berhasil menangkap DN (38) pelaku pemukulan terhadap seorang anak-anak yang terekam kamera CCTV di Perumahan Soreang Indah Jl. Kenanga, Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, setelah video itu viral, pihaknya langsung menurunkan tim untuk mencari siapa pria yang ada dalam rekaman CCTV tersebut.

"Tim menulusuri dan turun langsung melihat lokasi dan akhirnya ditemukan di daerah Soreang. Kemudian polisi mendalami dan mengamankan satu orang yang di duga pemeran dalam vidio tersebut". Kata Kapolresta Bandung Saat Konferensi Pers, di Mapolresta Bandung. Selasa (16/02/2021).

Menurut keterangan pelaku, lanjut Hendra, anak kecil dalam rekaman CCTV tersebut adalah anak angkat pelaku yang ditemukan di terminal Banjaran.

"Anak tersebut adalah anak angkat yang ia temukan di terminal Banjaran, kemudian diasuh oleh pelaku," terang Hendra.

Ia menjelaskan, saat itu pelaku marah karena anak asuhnya meminta sejumlah uang dan menghalangi kendaraan pelaku saat mau pergi bekerja. Lalu pelaku emosi dan melakukan pemukulan.

"Anak tersebut meminta uang dan menghalangi kendaraannya, saat bapaknya akan berangkat bekerja. kemudian pelaku emosi dan melakukan tindakan pemukulan,"ujarnya.

BACA JUGA : Fakhry Rahmadiza Warga Kota Bandung yang Terseret Arus Pantai Cikaso Garut Ditemukan Meninggal


Hendra mengaku, saat ini sudah memberikan pendampingan psikologis kepada sang anak, dan mencari siapa orang tua sebenarnya. Selain itu, Polresta Bandung bekerjasama dengan P2TP2A untuk mencarikan solusi terbaik.

"Saat ini, Kami sedang mencari siapa orang tuanya, anak ini anak terlantar sebetulnya. Kita juga bekerjasama dengan P2TP2A untuk memberikan solusi terbaik kepada anak ini,"pungkas Hendra.

Pelaku dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014 Pasal 80 ayat 2. Pelaku terancam hukuman 5 tahun penjara. (Le)


BACA JUGA : Kapal Nelayan Pabuaran Indah Ditemukan, Dua Nelayan Selamat Hanya Shock Saja


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait