SMK 1 Sukanagara Kabupaten Cianjur Pilot Projet Program SMK Membangun Desa

Pendidikan —Selasa, 16 Feb 2021 20:32
    Bagikan:  
SMK 1 Sukanagara Kabupaten Cianjur Pilot Projet Program SMK Membangun Desa
Kepala Dinas Pertanian Cianjur Ahmad Nano mewakili PLT Bupati Cianjur,Herman Suherman foto bersama saat kegiatan simbolis penanaman bibit kopi di lingkungan SMK 1 Sukanagara,Kecamatan Sukanagara, Kab
POSKOTAJABAR,CIANJUR
SMK 1 Sukanagara, Kabupaten Cianjur ditunjuk menjadi salah satu pilot project pelaksanaan program SMK Membangun Desa di Kabupaten Cianjur. 

Kepala SMK 1 Sukanagara, Muhamad Alwi mengatakan program SMK Membangun Desa ini merupakan program Kemendikbud tahun 2020, bagian dari revitalisasi smk.  Kebetulan saat ini kami ditunjuk oleh Balai Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Pendidikan (P4TK)/ Vedca Kabupaten Cianjur.

"Hari ini kita merealisasikan program tersebut yaitu dengan penanaman kopi di desa Gunungsari sebanyak 30 ribu bibit, yang disebar ke sejumlah kelompok petani. Sedangkan di SMK menanam 1000 bibit,"ujar Alwi saat ditemui seusai giat  penanaman bibit kopi di lingkungan SMK 1 Sukanagara, Selasa (16/02/2021).

Alwi menjelaskan, 1000 bibit kopi Ini adalah untuk mempersiapkan anak anak kami nanti menjadi petani milenial. 

"1000 bibit ini hanya awal saja, target selanjutnya adalah bagaimana tanah tanah kosong yang ada di suknagara, dengan berkolobarasi dengan desa kita bisa memanfaatkan alumni SMK kami punya keinginan bisa menggarap tanah tersebut,"terangnya.

Sehingga target pemerintah ingin mencetak 5.000 petani milenial, ada juga petani milenial di SMK 1 Sukanagara.



Menanggapi itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VI Disdik Jabar, Ester Miory mengatakan kegiatan ini merupakan sebuah peluang mengantarkan anak anak bangsa untuk mendapatakan, menciptakan lapangan kerja menjadi petani petani kopi, kemudian peluang berikutnya ingin menghantarkan mereka bisa menggapai masa depannya.

"Karena kita ini juga Bekerjasama dengan para kelompok petani. Jadi anak anak nanti bisa berkolaborasi bekerjasama dehgan mereka,"ujarnya.

Menurutnya, ini adalah sebuab tarekah, ikhtiar menyiapakan anak anak pada saat mereka selesai disini, supaya mereka punya pegangan keahlian. 

"Karena smk itu ada 3 titik, pertama lulus dari sini bisa melanjutkan kuliah. Kita tau tidak semua mampu bisa menguliahkan anak anaknya, kedua bekerja, dimana bekerja juga sekarang tidak mudah, belum lagi persaingan dengan para lulusan sarjana. Yang ketiga adalah berwiraswasta. Jadi ini adalah bekal bagaimana kita ingin menggiring anak anak bangsa, bisa menciptakan lapangan kerja,"bebernya.



Sekarang ini sambung Ester, kopi di jaman ini sudah menjadi gaya hidup. Jadi lewat kopi ini sekali lagi bisa menjadi peluang bagi sekolah untuk mencetak anak anak menjadi petani sebut saja petani milenial. 

"Kalau di Cianjur baru SMK 1 negara yang melaksankaan program ini,"imbuhnya.

Ester berharap 158 smk yang ada di Cianjur baik negeri dan swasta bisa mengikuti jejak SMK 1 Sukanagara. "Mohon doa restu semuanya yah,"pungkasnya. (Nuki)






Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait