Cafe dan Tempat Hiburan Menjadi Bidikan "Operasi Senyap" Satgas Covid-19 Kota Bandung

Jawa Barat —Rabu, 17 Feb 2021 17:43
    Bagikan:  
Cafe dan Tempat Hiburan Menjadi Bidikan
Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, tengah merancang "operasi senyap". (Humas Pemkot Bandung)
POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Dua jenis tempat usaha, cafe dan tempat hiburan, menjadi bidikan "Operasi Senyap" yang tengah dirancang Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bandung. Sebab, dua lokasi tersebut kerap melanggar Perwal Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PSBB Secara Proporsional Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, mengaku, pihaknya tengah merancang "operasi senyap". Operasi ini guna menindak para pelanggar aturan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional. 


Ema menuturkan, dalam operasi tersebut diutamakan menyasar cafe dan tempat hiburan. Sebab, dua lokasi tersebut kerap melanggar.  “Saya sudah mintakan nanti ada ‘silent operation’. Karena saya khawatir kalau terbuka, bocor terus. Karena percuma kita datang, mereka pura-pura tidak melanggar. Kalau kita meleng itu mereka langgar,” ucap Ema di Balai Kota Bandung, Selasa (16/02/2021).

Ema menegaskan dalam operasi kali ini tidak akan melibatkan banyak orang. Hanya akan diikuti sejumlah unsur dan langsung ke target operasi. Itu agar penindakan bisa berjalan secara optimal dan tepat sasaran.

Bahkan, sambung Ema, tim satgas sudah mengantongi sejumlah tempat yang "nakal" terhadap aturan selama pandemi Covid-19. Beberapa diantaranya membandel lantaran tetap melanggar, sekalipun sudah ditindak dengan sanksi denda dan penyegelan tempat.

“Karena faktanya saya masih banyak menerima informasi bahwa ini tidak ajeg dilaksanakan. Diantaranya banyak pelanggaran mengenai jam operasional. Terutama cafe dan tempat hiburan,” ujarnya.

Ema mengaku mendapati informasi dari temuan di lapangan sejumlah pengusaha cafe ataupun tempat hiburan yang bermain kucing-kucingan dengan tim Satgas Penanganan Covid-19. Tampak patuh saat didatangi tim satgas dan melanggar saat petugas pergi.


“Karena ini jadi mainan. Coba patuhi lahirnya Perwal itu. Sudah ada ruang tambahan, baik itu kapasitas ataupun jam operasional. Pengusaha itu seperti pura-pura tidak paham atau tidak tahu," tuturnya.

Dalam operasi nanti, Ema menyatakan, tim satgas tidak akan sungkan untuk memberikan tindakan tegas. Bahkan, dia sudah memberikan lampu hijau agar Dinas Kebudayan dan Pariwisata tegas untuk mengajukan permintaan pencabutan izin operasional.

“Kalau mereka terus bandel disegel dan setelah itu silahkan usulkan bekukan izinnya. Kalau masih tetap bandel, saya mintakan atas dasar aturan silahkan dicabut izinnya,” tegasnya. (nang's)
Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait