Masa Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual pada Anak di Tasikmalaya Meningkat

Jawa Barat —Jumat, 19 Feb 2021 09:07
    Bagikan:  
Masa Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual pada Anak di Tasikmalaya  Meningkat
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V Fraksi Geridra Persatuan Hj. Neng Madinah Ruhiat. (foto:kris)
POSKOTAJABAR, TASIKMALAYA.
Selama Pandemi Covid-19 melanda pada 2020, kekerasan seksual terhadap anak di Tasikmalaya mengalami peningkatan. Data tersebut merujuk pada Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.

"Kasus tersebut  berjumlah 73 Kasus atau lebih banyak dibanding tahun sebelumnya sebanyak 58 kasus," kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V  dari Fraksi Gerindra Persatuan, Hj. Neng Madinah Ruhiat,  Jumat(19/02/2021).
Menurut, Neng Madinah Ruhiat, kekerasan pada anak sering terjadi terkadang setiap minggu, setiap bulan hingga berujung kekerasan seksual oleh ayah tirinya dan ini sangat mengerikan dan sangat memprihatinkan.

Kata dia, dari jumlah kasus itu melibatkan lebih dari 108 anak, baik yang perannya jadi pelaku ataupun korban. Kasus kekerasan seksual atau pencabulan terhadap anak rata-rata pelakunya orang dekat. Mulai dari ayah kandung, ayah tiri, saudara, tetangga, dan oknum guru, bahkan ada juga pelakunya dari kalangan penegak hukum.

"Mudah-mudahan dengan adanya perda, kekerasan pada anak bisa diminimalisir serta bisa menyososialisasikan di kota maupun kabupaten di Jawa Barat dan berharap kedepannya kekerasan terhadap anak ini bisa dikurangi di masyarakat Jawa Barat," tuturnya. (Kris)
Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait