Ngobrol Bisnis Kadin Harus Mendorong Upaya Pemulihan Ekonomi Kota Bandung

Jawa Barat —Jumat, 19 Feb 2021 10:00
    Bagikan:  
Ngobrol Bisnis Kadin Harus Mendorong Upaya Pemulihan Ekonomi Kota Bandung
Acara Kamis Manis Ngobrol Bisnis episode ke-31 dengan tema “Efektif atau Efek Tip” Kamis (18/02/2021), di Aula Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 31. (foto:ist)

POSKOTAJABAR, BANDUNG

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung, Iwa Gartiwa membuka  acara Kamis Manis  Ngobrol Bisnis episode ke-31  dengan tema “Efektif atau Efek Tip”  Kamis (18/02/2021), di Aula Graha Kadin Kota Bandung,  Jalan Talaga Bodas No. 31. 

Sebagai Narasumber Ketua Kadin  Kota Bandung, Iwa Gartiwa, Wakil Ketua Bidang Koperasi, UMKM dan Kemitraan, Bambang Tris Bintoro, dan Komite Tetap Waralaba dan Kemitraan,  Bhakti Desta Alamsyah, serta Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung, Ridwan Kurniawan.

Iwa menyampaikan,  dalam masa pandemi  ini , kegiatan seperti ini dengan guidance protokol kesehatan, tujuannya   harus “ngarojong” atau mendorong upaya pemulihan ekonomi di Kota Bandung, dengan pulihnya ekonomi maka otomatis akan meningkatkan usaha-usaha UMKM.

"Kita juga harapkan agar semuanya terus  menjaga protokol kesehatan sehingga pandemi ini tidak terus merembet,” tutur Iwa.

BACA JUGA : RS Mantan Istri Personel The Titan Ditangkap Polisi Diduga Konsumsi Sabu


Segera Ajukan Proposal ke Kadin

Lebih lanjut Iwa Gartiwa mengatakan, saat ini  yang terpenting  harus  saling dukung satu sama lain. Intinya kegiatan ini harus dimanfaatkan, jangan berpikir ksudah pandai, sudah cukup ilmu, harus tetep belajar dan terus belajar, minimal setiap pertemuan ada komunitas baru, sebagai contoh UMKM Menwa, mereka sudah sukses, tapi sering hadir ke acara ini untuk menjalin silaturahmi.

Terakhir Iwa Gartiwa menyampaikan bahwa Kadin Kota Bandung selalu terbuka buat para pengusaha,  dan sedang gencar-gencarnya untuk penyaluran Dana Bantuan Bergulir LPDB untuk  Koperasi.

"Bantuan itu untuk  koperasinya yang sudah berjalan minimal 1 kali RAT, bunganya ringan hanya 3 %,  ke anggota tergantung kebijakan koperasi masing-masing.   Silakan segera ajukan propsalnya ke Kadin”, ujar Iwa lagi.

 BACA JUGA : Kesandung Narkoba, Kompol Yuni Dimutasi ke Pamen Yanma Polda Jabar

 

Daya Pembeda yang Kuat

Sementara itu Bambang Tris Bintoro mengatakan, produk yang dijual 50-60 persennya harus ada daya pembeda, walaupun marginnya kecil tapi perputaran uangnya cepet, sebuah produk itu harus ada daya pembeda yang kuat sekali agar bisa merebut pasar.

"Dalam menentukan  p`rice atau harga  harus tahu meghitung harga pokok produksi.  Bahan Baku untuk produksi berpengaruh terhadap harga jual, harga bahan baku yang dipakai untuk menghitung HPP  adalah harga batas atas atau  harga yang tertinggi , supaya jika ada kenaikan harga bahan baku ada spce untuk meetapkan harga jual produk”, terang Bintoro

lebih lanjut Bintoro mengatakan, untuk promosi , sekarag kita dimanjakan oleh teknologi melalui Istagram, youtube marketpalce dan lain-lain,  jadi manfaatkan itu semua untuk mempromosikan produk ita, di samping itu  juga harus menjalin ikatan emosi secara pribadi dengan konsumen, misalnya dengan sering menyapa dan memberikan hadiah ke konsumen.

BACA JUGA : Kejari Cianjur Tetapkan Mantan Kades Cimacan Tersangka Korupsi Dana Desa

 

Lakukan Survei Pasar

Masalah  tempat yang harus dilakukan adalah memilih tempat yang strategis dengan melakukan survei pasar,  jika telah  berdiri di suatu tempat dimana usahanya itu berhasil maka biasanya  itu adalah tempat yang bagus untuk kita mendirikan usaha disitu. Misalnya usaha di dekat mini makerket indomaret, hal itu karena pasti sudah melaui riset pasar oleh Indomaret.

Mengenai Proses, menurut Bintoro,  proses layanan harus cepat , karena konsumen lebih suka yang cepat proses layanannya.   Sedangkan untuk tampilan, harus ada unsur lain dari yang lain, yang tidak biasa agar punya daya tarik,  misalnya toko grosir, saat pengkiloaan dan pengepakan produk dilakukan di luar toko, atau kondisi toko yang tidak terlalu tertata rapih atau bersih, hal ini untuk mendekatkan secara emosional dengan  konsumen agar lebih familiar dan tidak terkesan mahal, sehingga menarik banyak konsumen.

"Setelah kita merebut pasar,  menjaring pasar, kemudian kita harus memelihara dan menjaga pasar agar tetap loyal dan tidak berpindah ke pesaing kita” tutur Bintoro

 BACA JUGA : Kapolda Jabar Achmad Dofiri Prihatin Kapolsek Yuni Purwanti Terlibat Narkoba

Lima Strategis Bisnis

Bhakti Desta Alamsyah mengupas yang dinamakan  efektif dalam usaha, berart ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya , kesannya); manjur mujarab membawa hasil ,  berhasil guna; mulai berlaku (Tentang Undang-Undang, Peraturahan). 

Desta juga menguraikan dalam kmenjalankan usaha setidaknya harus memperhatikan 5 strategi Bisnis yang efektif yaiu, Strategi harga, Strategi konten, Strategi pemasaran  dan Strategi pertumbuhan.

“Yang paling gampang untuk memenangkan persaingan pasar adalan dengan strategi harga murah, membuat harga promo, disamping harga normal dan harga istimewa.   Dalam setiap bulan kita harus mempunyai 3 harga tersebut, misanya diskon, free ongkir,  caseback, buy 1 get 1, give away, dan lain-lain, kita harus  selalu make a noise, bikin kehebohan, agar tidak bosan, harus punya alasan untuk bikin usaha kita tidak bosan,"  tuturnya 

Selanjutnya tentang strategi kemasan, wadah, bungkus, penampilan, cashing, fashion, adalah pencitraan produk kita secara visual , kemasan harus bisa “berbicara” , ciri-cirinya kemasan yang bisa berbicara adalah adanya reaksi atau respon orang tersenyum atau tertawa pada saat membaca/melihat kemasan produk kita.

BACA JUGA : Lagi-lagi, Ada Emak-emak Pakai Motor di Jalan Tol, Tidak Memakai Helm

Pendalaman  dari Produk

Sedangkan Strategi konten,  menurut Bhakti Desta, adalah pendalaman dari produk,  setelah orang melihat dan orang tertarik terhadap produk, itu artinya sudah menggerakan orang sebanyak 50 persen , selanjutnya tinggal melakukan action sebanyak 50 persen lagi agar orang membeli produk.  

"Kita kenal action (Attention, Interest dan Action), begitu orang awareness , lalu  interest, kemudian beritahu lebih dalam  atau desire, dan terakhir action dilakukan dengan konten, konten dilakukan  dengan melakukan ikatan dengan produk,  yaitu pada saat dia mengeluarkan uang  untuk membeli produk tersebut.  Konten memperdalam daya kekutan produk”, katnya. 

Menurut Desta,  untuk strategi pertumbuhan, paksakan diri  untuk memantau bisnis, dan kalau dibuat sebagai grapik apakah itu turun, naik secara lambat atau naik secara cepat.   setelah  mengetahui gambaran grafik, mulai evaluasi, jika grafiknya turun, harus berani mengevaluasi kesalahan apa sehingga turun,  usaha yang sukses gragfiknya naik terus.  sebenarnya sukses itu terdiri dari grafik naik dan turun, stabil dan naik terus,.

"Sukses itu adalah  gambarannya dari kumpulan kegagalan tapi tidak berhenti di tengah jalan, jalan terus," ujar Desta

(Herlan/Rls).

 BACA JUGA : Awas! Jangan Sering Main Handphone Sebelum Tidur, Ini Bahayanya

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait