Manusia Pawon, Makhluk Pertama di Tatar Sunda?

Gaya Hidup —Jumat, 19 Feb 2021 11:35
    Bagikan:  
Manusia Pawon, Makhluk Pertama di Tatar Sunda?
Fosil kerangka yang disinyalir Manusia Pertama di Tatar Sunda ada di Gua Pawon (Foto: disparbud.jabarprov.go.id)

POSKOTA JABAR, BANDUNG

Jika kita ingat Padalarang, tentu kita akan langsung ingat akan pertambangan batu di sana. Namun dbalik pertambangan batu di sana, ternayata ada keindahan di situs purbakala di balik bukit yaitu situs Gua Pawon yang menyimpan rahasia tak kalah penting dalam sejarah Bandung Purba, salah satunya Manusia Pertama di Tatar Sunda.

Gua Pawon yang terletak di kawasan Stone Garden, Citatah Kabupaten Bandung Barat yang dikenal warga sekitar dengan nama “Taman Batu”. Tempat ini menjadi magnet bagi wisatawan baik sebagai wisata edukasi, arkeologi maupun wisatawan yang sekedar ingin mendapatkan spot selfie Karena terdapat hamparan batu-batu raksasa yang bebentuk unik di puncaknya.

BACA JUGA: 300 Paket Bantuan Presiden Diserahkan Forkopimcam Haurgeulis Indramayu untuk Korban Banjir

Gua Pawon tepatnya berada di kawasan karst Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Gua ini berada di puncak Bukit Pawon, dengan ketinggian 601 di atas permukaan laut. Dari pusat Kota Bandung, gua ini jaraknya sekitar 25 kilometer.

Panjang gua sekitar 40 meter dan lebar sekitar 16 meter. Pengunjung harus menempuh jarak sekitar 150 meter, meniti anak tangga dari batu menuju mulut gua yang sempit. Tubuh kita harus menunduk untuk memasukinya.

Gua Pawon kaya sekali akan stalaktit. Gua Pawon sendiri sempat terancam karena penambangan batu. Sampai pada akhirnya penambangan dihentikan pada 1999, setelah para peneliti dari Kelompok Riset Cekungan Bandung datang ke tempat ini. Setahun kemudian dilakukan penelitian oleh Balai Arkeologi dan Universitas Padjadjaran.

Manusia Pertama di Tatar Sunda

Pada bulan september 2003, tim arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung, berhasil menemukan kerangka manusia prasejarah, di situs Gua Pawon, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Kerangka yang ditemukan tersebut berupa tulang tengkorak bagian rahang atas dan bawah, yang kemudian rangka itu diberi nama Rangka I.

BACA JUGA: Korban Banjir Pusakasari Kabupaten Cianjur Kesulitan Air Bersih, Manfaatkan Air Selokan

Dan pada rentang waktu 2003–2017, tim ekskavasi Gua pawon berhasil menemukan tujuh individu prasejarah yang disebut dengan ‘Manusia Pawon’. Ketujuh individu rangka itu diberi nama Rangka I, II, III, IV, V, VI, dan VII. Empat dari tujuh individu tersebut memiliki usia yang berbeda, yakni Rangka III dengan kronologi budaya 7.300 tahun yang lalu, Rangka IV 9.500 yang lalu, rangka VI berumur 10.000 tahun yang lalu, dan yang tertua adalah Rangka VII yang usianya kurang lebih 11.000 tahun silam. Sedangkan tiga rangka lainnya, yaitu Rangka I, Rangka II, dan Rangka V diperkirakan berusia sekitar 5.600 tahun yang lalu.

Dari ketujuh rangka tersebut, hanya ada satu rangka yang ditemukan dalam kondisi yang paling utuh, yaitu Rangka III. Rangka itu ditemukan dalam kondisi melipat seperti bayi dalam kandungan, besar dugaan kalau posisi tersebut adalah tanda penguburan pada masa itu. Dan untuk mengungkap lebih dalam identitas ‘Manusia Pawon’, tim Ekskavasi Gua pawon menggunakan metode odontologi forensik untuk mengidentifikasi kerangka tersebut. Karena melalui gigi geligi, tim bisa lebih detil mengungkap identitas rangka yang ditemukan tersebut, seperti ras, usia kematian, dan jenis kelamin. Dari hasil pemeriksaan odontologi forensik, identitas Manusia Pawon terungkap, yaitu Manusia Pawon termasuk kedalam Ras Mongoloid.

BACA JUGA: Akibat Saling Dorong, Seorang Anak Meninggal Tenggelam di Sungai Cibalagung Kabupaten Cianjur

Banyak pendapat muncul, mengenai alasan kenapa  manusia prasejarah menjadikan Gua Pawon sebagai tempat tinggal. Mulai dari alasan kelembapan tanah, dan terdapat sumber mata air di sana, juga terdapat jurang yang memberi keamanan mereka dari serangan hewan buas.

Jika penasaran ingin melihat kerangka masusia purba tersebut, kita bisa datang berkunjung ke situs prasejarah Gua Pawon. Karena di sana terdapat replika kerangka manusia purba tersebut, yang disimpan persis sesuai dengan letak ketika pertama kali ditemukan.

Selain keindahan landscape dan penemuan arkeologisnya, Gua Pawon memiliki tekstur batuan gua mirip sekali dengan karang laut. Ada dugaan, dahulu gua ini adalah tepian danau Bandung purba. Selain Gua Pawon, masih banyak lagi situs-situs sejarah lain yang bisa kita kunjungi di Kabupaten Bandung Barat. (ES)

BACA JUGA: Puluhan Geng Motor di Kabupaten Cianjur Ditangkap Polisi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Edi
    Bagikan:  


Berita Terkait