Kisah Kubilai Khan, Sang Kaisar Mongol yang Dinilai Kejam Namun Toleran

Opini —Jumat, 19 Feb 2021 16:00
    Bagikan:  
Kisah Kubilai Khan, Sang Kaisar Mongol yang Dinilai Kejam Namun Toleran
Kaisar Mongol yang dikenal kejam dan ekspansif ini ternyata memiliki sisi toleransi yang sangat tinggi(Foto: Pinterest.com)

POSKOTA JABAR, BANDUNG

Mongol merupakan salah satu bangsa penakluk terbesar dunia. Kekaisaran Mongolia didirikan oleh Jenghis Khan pada tahun 1206. Pada puncaknya, Kekaisaran Mongolia menguasai sebagian besar wilayah Asia Tenggara ke Eropa tengah. Selama keberadaannya, Mongolia berhasil melakukan pertukaran budaya antara Timur, Barat dan Timur Tengah sekitar abad ke-13 dan 14

Pasca kematian Jenghis Khan, Kekaisaran Mongolia terbagi menjadi empat bagian yaitu; Dinasti Yuan (Cina), Ilkhanate (Persia), Chagatai Khanate (Asia Tengah), dan Golden Horde (Rusia). Semua wilayah pembagian itu dipimpin oleh keturunan Jenghis Khan.

Kubilai Khan, atau dalam bahasa Mongolia Tengah: Qubilai Qaγan, "Raja Qubilai”, adalah kaisar Mongol dan juga pendiri Dinasti Yuan (1279-1924). Terlahir sebagai putra kedua dari Tului dan Sorghatani Beki, dan cucu dari Jenghis Khan. Ia menggantikan kekaisaran kakaknya Mongke pada tahun 1260-1294

BACA JUGA: Saat Mendengar Kata Pelakor, Kenapa Cuma Wanita yang Selalu Dipojokan?

 Masa mudanya dihabiskan untuk mempelajari kebudayaan Tiongkok. Saat Mongke menjadi kaisar, Kubilai menjadi gubernur daerah Selatan Mongol. Saat menjabat, Kubilai berhasil meningkatkan hasil bumi provinsi Henan dan meningkatkan kesejahteraan sosial Xi'an.

Kaisar Mongol yang dikenal kejam dan ekspansif ini ternyata memiliki sisi toleransi yang sangat tinggi. Percaya atau tidak, Kubilai Khan adalah tokoh pemimpin dunia pertama yang menyatakan bahwa hari-hari besar keagamaan harus dijadikan sebagai hari libur resmi kenegaraan.

Kubilai Khan adalah cucu kesayangan dari Genghis Khan. Ia kerap menemani ayahnya, Tule, dalam setiap pertempuran. Pada usianya yang baru 12 tahun, ia sudah menjadi penunggang kuda yang terampil dan reputasinya sebagai prajurit mulai tumbuh sejak usia muda.

BACA JUGA: Sosok Ririe Fairus, Istri Ayus Sabyan yang Dikabarkan Berselingkuh dengan Nissa Sabyan Gambus

Sebelum menjadi kaisar, pada tahun 1251 Kubilai Khan mulai menguasai wilayah China di bagian timur. Kubilai Khan mengorganisir sekelompok penasihat China untuk memperkenalkan reformasi di wilayah itu. Ia juga mengepalai ekspedisi dengan tujuan mempersatukan China di bawah Kaisar Mongol. Sistem hukum terpisah tetap dipertahankan untuk China dan Mongol. Setelah reorganisasi ini, sebuah ibukota dibangun di Peking (kini Beijing), China pada tahun 1267. Kubilai Khan mendirikan Dinasti Yuan pada tahun 1271 dan pada tahun 1278, ia menghancurkan Dinasti Sung dan memimpin kerajaan yang membentang di dua benua.

Kubilai Khan juga gemar mempelajari tentang perdagangan, ilmu pengetahuan dan seni. Ia juga memperkenalkan penggunaan uang kertas untuk seluruh kekaisaran dan memerintahkan penciptaaan alphabet baru untuk bahasa Mongol yang mirip tulisan China. Kubilai Khan juga mendirikan sistem transportasi laut dan mengembangkan rute sungai pedalaman dan kanal-kanal. Sistem Grand Canal akhirnya diperpanjang ke utara Peking dari Sungai Kuning.

Setelah pemerintahan yang gemilang selama kurang lebih 34 tahun, Kubilai Khan meninggal di Ta-tu (Peking), China, pada Februari 1297. Oleh karena cukup banyaknya jasa terhadap pemerintahan, Ia dikenang sebagai salah satu pemimpin besar dunia, dan dianggap sebagai penguasa yang cerdas dan bijaksana. (ES)

 BACA JUGA: Sengaja Selingkuh Agar Bisa Diceraikan Suami Lebih Cepat

Editor: Edi
    Bagikan:  


Berita Terkait