Pergerakan Tanah Kembali Terjadi di Cibalong, Warga Mulai Meninggalkan rumahnya

Jawa Barat —Jumat, 19 Feb 2021 18:57
    Bagikan:  
Pergerakan Tanah Kembali Terjadi di Cibalong, Warga Mulai Meninggalkan rumahnya
Warga masyarakat kampung Babakan sedang berusaha menurunkan genting milik warga yang terdampak pergerakan tanah. (foto:doc)
POSKOTAJABAR, TASIKMALAYA.
Tim Geologi masih belum melakukan pengkajian mengenai pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Babakan Jeruk Desa Singajaya Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya. Hingga saat ini pergerakan tanah semakin parah dan mengancam keselamatan warga masyarakat, kini warga masyarakat sedikit demi sedikit mulai meninggalkan rumahnya.

Pergerakan tanah terjadi Kampung Babakan Jeruk dan mulai bergeser hingga 10 cm karena lokasi titik tersebut terus menerus melakukan pergeseran dan pergerakan tanah, Jumat (19/02/2021). 

Pantauan dilokasi POSKOTAJABAR, tanah yang berada di pemukiman warga mulai terjadi pergerakan dari 7 Cm kini menjadi 10cm. Akibat pergerakan  tanah yang bertambah, kini  14 rumah  rusak berat. Selain merusak bangunan rumah dan sarana pendidikan, dampak pergerakan  tanah meluas hingga menyebabkan jalan kecamatan dan perkebunan masyarakat terbelah memanjang hampir 10 meter kebawah.
BACA JUGA : Terancam Ambruk, Bangunan SDN 2 Karangpawitan Kabupaten Pangandaran Terpaksa Disangga Kayu

Kepala Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya ,Nuraedidin saat di temui di kantornya mengatakan,  dampak pergerakan  tanah di Kampung Babakan Jeruk Desa Singajaya semakin parah dan beberapa rumah memahami keretakan pada dinding semakin bertambah. Termasuk jalan kecamatan pun terbelah dan belum bisa dilalui kendaraan. 

“Pergerakan  tanah dirasakan kembali pada Kamis Malam (18/2/2021) saat hujan deras menguyur  kampung Babakan Jeruk mengalami retak-retak,” ujarnya.
Sebanyak 14 Rumah milik warga di Kampung Babakan Jeruk terdampak pergeseran tanah hingga mengalami kerusakan berat sampai tidak bisa dihuni oleh pemiliknya. “Sebanyak 14 kepala keluarga (KK), 37 orang jiwa harus dievakuasi dan diungsikan ke rumah saudara atau keluarganya yang lebih aman,” katanya, 

Kata dia, kerusakan akibat pergerakan tanah juga meluas merusak jalan penghubung jalan hingga lahan perkebunan warga, sehingga mengakibatkan jalan dan kebun terbelah dan sebagian amblas ke bawah. 

“Pergerakan  tanah ini akibat intensitas hujan tinggi yang terjadi akhir-akhir ini dan tanah di Kampung Babakan Jeruk ini labil sehingga mudah dipicu ketika hujan turun,” paparnya. (Kris)
Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait