Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono Kirim Surat Terbuka untuk Simpatisannya

Jawa Barat —Sabtu, 20 Feb 2021 17:20
    Bagikan:  
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono Kirim Surat Terbuka untuk Simpatisannya
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan surat terbuka. (Twitter.com)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Beredar surat terbuka Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Agus Harimurti Yudhoyono, atau yang lebih dikenal dengan sebutan AHY. Surat yang beredar di berbagai media sosial (medsos) itu, ditujukan kepada seluruh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PD, para ketua DPD, PAC, Ranting, para pimpinan dan Anggota Fraksi PD baik di DPR, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kabupaten dan Kota, serta untuk seluruh kader PD di Indonesia dan paea simpatisannya.

Dalam sujrat itu, AHY menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pengurus di segenap lapisan dan para kader yang tetap setia mendukungnya di tengah upaya-upaya penggulingan dirinya sebagai Ketua Umum PD. AHY juga mengungkapkan dan setengah curhat kepada semua simpatisannya. Begini isi suratnya:

Jakarta, 17 Februari 2021

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya cintai dan banggakan: segenap jajaran Pimpinan dan pengurus DPP; Para Ketua DPD, DPC, PAC, Ranting; Para Pimpinan dan anggota Fraksi-PD (DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota); Para Pimpinan dan pengurus Organisasi Sayap; serta seluruh kader Partai Demokrat dimana pun berada,

BACA JUGA:  Sekjen Asprov PSSI Jabar Dedi Permana Mengundurkan Diri

Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas soliditas, kesetiaan dan kebulatan tekad dari seluruh kader, yang tetap menjaga kedaulatan, kehormatan, dan eksistensi Partai Demokrat yang kita cintai bersama.

Saya terus memantau dan menerima laporan dari para kader tentang Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) secara ilegal dan inkonstitusional; yang masih saja berupaya untuk melakukan pemberontakan dan pengkhianatan hingga saat ini.

Polanya kuno. Pertama, berupaya untuk mempengaruhi para pemilik suara. Tidak berhasil, mereka mencoba mempengaruhi pengurus DPD dan DPC. Tidak berhasil, mereka mencoba mempengaruhi mantan Pengurus yang kecewa, dan mengklaim bahwa itu merepresentasikan pemilik suara. Kedua, berupaya mencoba mempengaruhi kita semua dengan mengklaim telah berhasil mengumpulkan suara sekian puluh bahkan sekian ratus suara; padahal itu hoax dan tipuan belaka.

Kemudian, mereka juga menggunakan alasan KLB karena faktor internal, padahal persoalannya adalah eksternal: yakni kelompok ini sangat menginginkan Seseorang sebagai Capres 2024 dengan jalan menjadi Ketua Umum PD melalui KLB.

Terhadap hal itu, saya sudah mendapatkan sinyal bahwa Bapak Presiden tidak tahu menahu ttg keterlibatan salah satu bawahannya itu. Ini hanya akal-akalan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti para kader. Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi cukup baik. Tapi kelompok ini berusaha memecah belah hubungan yang telah terjalin dengan baik itu.

BACA JUGA:  Pelajar Hilang Tenggelam Saat Bermain Air Bersama Tujuh Rekannya

Terhadap persoalan-persoalan yang terjadi ditubuh organisasi kita, itu wajar terjadi. Semua organisasi pasti punya masalah. Tetapi masih bisa kita tangani dan pasti ada solusinya. Saya sejak hari ini sudah keliling kembali ke DPC-DPC di daerah-daerah untuk memastikan persoalan-persoalan antara hubungan DPP-DPD-DPC berjalan dengan baik. Saya paham, seringkali DPC kangen untuk bertemu Ketumnya dan menyampaikan persoalannya secara langsung.

Selanjutnya, sebagai bentuk kewaspadaan kita, para pelaku GPK-PD telah membaca AD ART yang telah kita sepakati bersama dan telah disahkan oleh Kemenkumham serta didaftarkan dalam Lembaran Negara, bahwa syarat untuk dilaksanakannya Kongres Luar Biasa (KLB) harus mendapatkan persetujuan Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP). Kini, mereka menyiarkan berita bohong bahwa Pak SBY selaku Ketua MTP merestui gerakan mereka; itu tidak benar. Hoax dan fitnah. Bapak SBY berada di belakang kita semua, para pemilik suara yang sah.

Sesuai dengan surat yang pernah beliau tulis dan kirimkan kepada para Ketua DPD, DPC dan Seluruh Kader, pada tanggal 5 Januari 2021, Bapak SBY justru memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan PD (Ketum AHY dan seluruh jajarannya) sesuai hasil Kongres V PD tanggal 15 Maret 2020, yang sah. Dalam surat itu, beliau juga mengingatkan untuk tidak adanya matahari kembar dalam kepemimpinan Partai Demokrat.

Sedangkan, dalam menghadapi GPK-PD, beliau menitipkan pesan dan amanah kepada kita: agar kita kuat, karena yang kuat dan solid akan menang.

Saya mengajak semua: Jangan nodai partai yang kita cintai ini dengan para pengkhianat. Dalam bentuk apapun, pengkhianat tidak bisa diterima kehadirannya ditengah organisasi manapun. Sekali di cap pengkhianat, sulit untuk mengembalikan kepercayaan itu, seumur hidup kita.

Saya yakin dan percaya kita bukanlah pengkhianat. Tetapi hal itu saja tidak cukup untuk membuat partai ini bangkit dan besar lagi. Maka, selain tidak menjadi pengkhianat, kita juga harus melawan para pengkhianat-pengkhianat itu. Itulah sejatinya jiwa seorang Patriot; pembela kebenaran dan keadilan, untuk menegakkan aturan dan hukum yang berlaku secara konstitusional.

BACA JUGA:  Bantuan Sosial Tunai (BST) Cair Bulan Februari, Cara Cek Daftar dan Syarat Penerimanya!

Untuk itu, saya instruksikan kepada segenap jajaran Pimpinan dan pengurus DPP; Para Ketua DPD, DPC, PAC, Ranting; Para Pimpinan dan anggota Fraksi-PD (DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota); Para Pimpinan dan pengurus Organisasi Sayap; serta seluruh kader Partai Demokrat dimana pun berada; mari kita Lawan; Cegah, Tangkal, dan Hadapi para pelaku GPK-PD dengan keberanian seorang Patriot.

Persoalan GPK-PD ini bukan sekedar persoalan internal. Kita solid, tetapi faktor eksternal yang terlibat juga bukan sekedar berita bohong, karena telah dibuktikan dengan data dan fakta. Persoalan GPK-PD juga bukan hanya persoalan Ketum dan DPP PD semata, tetapi juga menyangkut kita semua; menyangkut posisi dan eksistensi para pimpinan dan pengurus DPD, DPC, PAC, Ranting, para pimpinan dan anggota Fraksi-PD, para pimpinan dan pengurus Organisasi Sayap, serta seluruh kader Partai Demokrat.

Kita, dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Besar, menyambut gembira hasil berbagai survei nasional yang menunjukkan tren kenaikan elektabilitas partai kita, yang mencapai dua digit dan berada di urutan tiga besar. Kita juga bersyukur perolehan hasil Pilkada 2020 melebihi dari target yang kita tetapkan. Keberhasilan ini merupakan kerja keras seluruh kader, dengan berkah dan rahmat Tuhan Yang Maha Besar. Mari kita tingkatkan dengan kerja keras dan soliditas kader.

Akhirnya, saya juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap jajaran pimpinan dan pengurus DPP; Para Ketua DPD, DPC, PAC, Ranting; Para Pimpinan dan anggota Fraksi-PD (DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota); Para Pimpinan dan pengurus Organisasi Sayap; serta seluruh kader Partai Demokrat dimana pun berada; yang telah memberikan pernyataan terbuka terkait kesetiaan terhadap Kepemimpinan Ketum AHY serta kesiapan dan keberanian untuk melawan para pelaku GPK-PD; dalam bentuk video, photo, pernyataan pers dan bentuk lainnya, serta mempublikasikannya baik di media massa maupun di media sosial. Saya yakin deklarasi terbuka seperti ini makin menguatkan soliditas kader satu sama lain. Sehingga kita yakin benar, siapa saja yang benar-benar setia, solid, dan bulat tekadnya untuk terus membesarkan partai ini di bawah kepemimpinan Ketum AHY, hasil Kongres V PD 2020 yang sah dan telah mendapatkan pengesahan dari Pemerintah.

BACA JUGA:  Diguyur Hujan Sejak Jum’at Malam, Banjir Menggenangi Sejumlah Kawasan di Jabodetabek

Terima kasih.
Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit.
Tuhan Beserta Kita.

Wasalamualaikum Wr. Wb.

Salam,
Ketum AHY

Demikian isi surat terbuka AHY itu, tanpa ada pengurangan atau hal-hal yang dilebihkan. (nang's)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait