Daya Beli Masyarakat Anjlok, Pendapatan UMKM Turun Drastis 80 Persen

Jawa Barat —Sabtu, 20 Feb 2021 20:13
    Bagikan:  
Daya Beli Masyarakat Anjlok, Pendapatan UMKM Turun Drastis  80 Persen
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar Kusmana Hartadji foto:Aris)


POSKOTAJABAR, BANDUNG.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar, Kusmana Hartadji mengatakan, daya beli masyarakat anjlok akibat pandemi Covid-19 akibatnya, pendapatan pelaku UMKM turun  drastis hingga 80 persen.

"Dalam kondisi tersebut, ada yang bertahan, ada juga yang sama sekali menghentikan usaha," katanya, Sabtu (20/02/2021).

Tutus panggilan karib dari Kusmana Hartadji mengatakan berdasarkan data Dinas KUK Jabar, pelaku UMKM di Jabar mencapai 4,6 juta unit usaha. "Dari jumlah tersebut, 98 persennya merupakan usaha mikro dan kecil," jelasnya.
Selain penurunan pendapatan, pandemi Covid-19 juga membuat harga bahan baku naik dan langka. Pelaku UMKM kesulitan mengakses permodalan. Akibatnya, rantai produksi dan distribusi barang terhambat.

Kusmana menuturkan, pihaknya telah menyusun strategi untuk menyelamatkan dan memulihkan UMKM. Tahap pertama adalah mempermudah UMKM mendapatkan bahan baku.

"Kemudian membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), fasilitasi pembiayaan dan pemasaran, sampai program padat karya," ucapnya.


Peningkatan Daya Beli Masyarakat
Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi dan Transformasi Ekonomi Daerah Jabar, Ipong Witono menyatakan, peningkatan daya beli masyarakat amat krusial untuk membangkitkan UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar sudah berupaya meningkatkan daya beli dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos), baik kepada masyarakat umum, pekerja, maupun pelaku usaha mikro.

"Selain dengan bansos, peningkatan daya beli masyarakat akan dilakukan dengan penyediaan lapangan kerja," tuturnya.
(Aris)

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait