Enam Pelaku Pengeroyokan yang Mengakibatkan Tewasnya Seorang Kepala Sekolah Ditangkap Polres Purwakarta

Jawa Barat —Minggu, 21 Feb 2021 20:11
    Bagikan:  
Enam Pelaku Pengeroyokan yang Mengakibatkan Tewasnya Seorang Kepala Sekolah Ditangkap Polres Purwakarta
Ilustrasi pengeroyokan terhadap kepala sekolah AJ di Purwakarta. (Fokussaba)

POSKOTAJABAR, PURWAKARTA. 

Enam pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya AJ, seorang Kepala Sekolah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat ditangkap petugas Satreskrim Polres Purwakarta. Kasus pengeroyokan ini, terjadi diduga kesalahpahaman.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Sabtu (20/02/2021), menyebutkan kasus pengeroyokan itu terjadi ketika korban, kepala sekolah  AJ (52), berkunjung ke rumah LN, wanita staf di sekolah yang AJ pimpin, di Desa Sindangsari, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Sabtu (13/02/2021) malam.

Sekelompok warga yang memergoki AJ berada di rumah wanita tersebut, menganggap tidak wajar AJ berkunjung pada malam hari ke rumah wanita yang diketahui warga telah bersuami. Warga menuduh berselingkuh.

BACAJUGA:  Lima Warga Meninggal Dunia Akibat Banjir yang Melanda Wilayah Jakarta

Warga ramai-ramai menyatroni dan menegur korban. Namun, belum juga korban mengklarifikasi lawatannya, warga terlanjur murka dan mengeroyok menghakimi korban hingga tak sadarkan diri. Dalam perjalanan ke rumah sakit, korban yang juga tercatat ASN, meninggal dunia.

Keluarga AJ tak menerima atas perlakuan warga di Sindangsari yang merenggut nyawa AJ. Pihak keluarga kemudian melaporkan kasus pengeroyokan ke petugas Polres Purwakarta.

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Fitran Romajimah, kepada wartawan, menyebutkan, kasus itu sedang diselidikinya. Sejumlah orang telah dimintai keterangan. Kemudian, mengerucut kepada 8 warga terduga pengeroyokan.

"Enam dari delapan pelaku pengeroyokan sudah kita amankan. Dua pelaku lainnya sedang kita buru,"ungkap Fitran kepada wartawan, Sabtu (20/02/2021).

BACAJUGA:  Pohon Trembesi Tumbang Halangi Ruas Jalan di Pegagan Indramayu

Menurutnya, apapun dalihnya tidak dibenarkan dan bertentangan dengan norma hukum, melakukan pengeroyokan secara bersama-sama yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. (dadan/win)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait