Relawan yang Menggunakan Atribut FPI Dibubarkan oleh Polres dan Kodim Jakarta Timur

Nasional —Senin, 22 Feb 2021 15:45
    Bagikan:  
Relawan yang Menggunakan Atribut FPI Dibubarkan oleh Polres dan Kodim Jakarta Timur
Sebuah kawasan perumahan di Jakarta yang turut diterjang banjir. (id.yahoo)

POSKOTAJABAR, JAKARTA.  

Relawan yang akan membantu korban banjir dengan menggunakan atribut FPI, dibubarkan oleh Polres dan Kodim 0505 Jakarta Timur. Para relawan FPI yang dibubarkan itu, rencananya hendak mengevakuasi warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur (Jaktim) yang menjadi korban luapan kali Sunter, yang banjirnya sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu.

Belum diketahui, apakah relawan itu memang dari FPI dengan kepanjangan Front Pembela Islam yang memang sudah dilarang oleh pihak pemerintah. Atau FPI dengan singkatan baru yang kepanjangan dari Front Persaudaraan Islam. Yang pasti memang setiap kegiatan FPI tidak diperbolehkan lagi. Termasuk ketika mereka akan membantu korban banjir.

Aksi pembubaran relawan FPI tersebut, kemudian menjadi viral di media sosial yang terjadi pada Sabtu (20/02/2021). Peristiwa terjadi sebelum Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, menyambangi warga yang terkena musibah banjir di beberapa wilayah di DKI Jakarta.

BACA JUGA:  Gempa Magnitudo 4,6 di Kabupaten Sukabumi Terasa Hingga ke Daerah Banten Selatan

Kapolsek Makasar, Kompol Saiful Anwar, mengatakan, pembubaran berawal saat petugas gabungan hendak mengevakuasi korban banjir dari rumah ke posko pengungsian. Diketahui, pada saat itu ada masyarakat yang menggunakan atribut FPI. "Atribut yang menandakan itu terlihat di perahu motor, kaos, dan pelampung," kata Saiful , Senin (22/2/2021).

Selain menggunakan atribut, ungkap Saiful, bendera FPI pun bertengger di perahu karet yang digunakan relawan untuk mengevakuasi warga RW 04. Tindakan pun diambil pihaknya untuk membubarkan atribut tersebut.

"Sehingga, kami panggil dan kami suruh buka atributnya. Kalau mau bantu masyarakat, silakan buka atributnya (FPI). Karena apa, karena bentuk kegiatan FPI 'kan dilarang. Sudah dinyatakan organisasi terlarang kan," ujarnya.

Saiful menuturkan, saat kejadian itu, Danramil Kapten Inf. Hadi Sasmugi, Kapolres Jakarta Timur, Kombes Erwin Kurniawan, dan Dandim 0505 Jakarta Timur Kolonel Kav. Edy Yunianto juga berada di lokasi.

BACA JUGA:  Banjir Karawang Terparah Dialami Desa Karangligar Ketinggian Air 2,6 Meter

Mereka ikut meminta tim relawan FPI menanggalkan seluruh atribut organisasi yang dikenakan, bila hendak membantu petugas mengevakuasi warga ke posko pengungsian. "Kita peringatkan juga, kalau mau bantu di lokasi jangan pakai atribut. Tetapi mereka tetap mau pakai baju dan atribut FPI. Akhirnya kita usir, jangan ada di situ," tuturnya.

Saiful mengatakan, pada saat pembagian bantuan logistik makanan bagi korban banjir, ia tidak melihat ada bantuan yang di bawa oleh 10 orang FPI tersebut. Pasalnya, saat datang ke RW 04 mereka hanya menyiapkan tenaga evakuasi dari rumah ke posko pengungsian. "Enggak ada bantuan logistik. Mereka ada sepuluh orang, yang nyebur itu saya lihat hanya dua orang yang pakai pelampung FPI," ungkapnya. (Ifand/tha)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait