Waspadai Suka Konsumsi Makanan Tak Sehat dan Males Gerak (Mager), Bisa Memicu Kanker

Kesehatan —Senin, 22 Feb 2021 18:03
    Bagikan:  
Waspadai Suka Konsumsi Makanan Tak Sehat dan Males Gerak (Mager), Bisa Memicu Kanker
Ilustrasi - Hallosehat

POSKKOTAJABAR,BANDUNG

Kebiasaan hidup  kurang gerak, akibat gaya hidup tak aktif sekarang ini membuat  lebih dari seperempat orang dewasa di penjuru dunia pun berisiko terkena penyakit serius. Salah satunya adalah penyakit kanker.

Dilansir organisasi kesehatan dunia atau WHO, lebih dari 1,4 miliar orang dewasa menghadapi risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit jantung, diabetes, demensia, dan jenis kanker tertentu. Gara-garanya, mereka kurang aktif secara fisik.

Penyakit kanker adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti. Pemicu penyakit ini terkadang dari hal-hal yang sederhana tetapi sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

BACA JUGA: SNMPTN 2021 Ditutup 2 hari Lagi, Ini Cara pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Secara Online

Beberapa di antaranya  ya itu tadi,  gaya hidup tak sehat yang mencakup kurang berolahraga, tidak menjaga berat badan sehat dan mengonsumsi makanan tak sehat. Faktor-faktor  ini  berkontribusi pada 35 persen risiko Anda terkena kanker.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan, kebiassan merokok juga menjadi salah satu pemicunya. Bila Anda perokok dan masih terus melakukan kebiasaan itu, kemungkinan akan terkena

Penyakit mematikan itu akan bertambah 30 persen. Ia menjelaskan, tubuh biasanya akan mengeyahkan sel-sel yang tumbuh tidak normal. Namun, saat kondisi di luar tubuh akibat gaya hidup tak sehat termasuk kebiasaan merokok, kurang bergerak dan konsumsi makanan mengandung bahan pembentuk kanker terlampau kuat, maka sel tak normal terus tumbuh dan menjadi benjolan atau disebut tumor.

BACA JUGA : Keluarga Nissa Membantah Nissa Jadi Pelakor, Ayahnya Bilang Dia Masih Bocah! 

"Sel (tidak normal) ini mempunyai kemampuan untuk tumbuh sembarangan, cepat, mengganggu sel sekitarnya. Lalu muncul ke permukaan dan disebut tumor atau kumpulan sel yang tumbuh tidak teratur. Ada tumor jinak dan ganas," ujar dia dalam sebuah virtual briefing bersama perwata, ditulis Minggu 21/2/2021).

Lebih jauh Aru mengatakan, faktor risiko kanker sebesar 90 persen berasal dari lingkungan, sementara sisanya berasal dari gen yang rusak dengan presentase 5-10 persen. Ini artinya, sebagian besar sel kerusakan pada sel sesudah seseorang lahir alias akibat lingkungan atau gaya hidupnya.

Pada kasus kanker nasofaring misalnya, salah satu pencetusnya konsumsi makanan mengandung bahan karsinogen seperti ikan asin yang diolah tak benar sehingga mengandung zat nitrosamin. Zat ini sama seperti yang ditemukan pada sosis ini tergolong karsinogen atau bahan yang melahirkan kanker.

BACA JUGASinopsis iIkatan Cinta Malam Ini, Kejutan Elsa Menyerahkan Diri ke Polisi?

Kemudian, terakit vaksinasi pada pasien kanker, Aru menuturkan, "Sekarang ini selesaikan kemoterapi baru vaksinasi Covid-19. Kita juga bisa mengambil timing antara kemo dan kemo, bisa dilakukan vaksinasi dengan harapan pembentukan antibodi. Kalau berbahaya sih tidak, hanya apa efektif atau tidak".


Jadi, kanker walaupun seringkali dilabeli sebagai penyakit genetik, tetapi faktor risiko pencetus terbesarnya adalah gaya hidup tak sehat antara lain kurang berolahraga dan tak menerapkan pola makan tak sehat yang bisa berkontribusi pada bobot tubuh berlebih 

Biasakan hidup lebih sehat dari sekarang, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati dan lagi jika tidak kita yang menjaga tubuh kita sendiri, siapa lagi? 

 BACA JUGA: Waspadai Suka Konsumsi Makanan Tak Sehat dan Males Gerak (Mager), Bisa Memicu Kanker

Editor: Resti
    Bagikan:  


Berita Terkait