Ahmad Nuryana," Anggaran Refocusing Covid-19 Sudah Dibahas dengan Bangar"

Jawa Barat —Senin, 22 Feb 2021 20:54
    Bagikan:  
Ahmad Nuryana,
Ahmad Nuryana Asisten II mantan Kepala Plt BKAD Kota Cimahi.

POSKOTAJABAR, CIMAHI.

Asisten II  yang juga mantan Plt Badan Keuangan Asset Daerah (BKAD), Ahmad Nuryana menegaskan, phaknya sudah transparan dan sering berkomunikasi dan  evaluasi masalah anggaran Refocusing Covid-19, terkait penggunaannya anggaran tersebut dengan Bagian Anggaran (Bangar) DPRD Kota Cimahi.


"Kami  sudah menjelaskan laporan anggaran tersebut secara rinci dana Refocusing Covid-19 dipakai untuk apa saja. Tidak hanya itu saja, Ketua DPRD Ir. Ahmad Zulkarnain, MT pun sudah mengetahui masalah penggunaan anggaran tersebut.

"Itu semua sudah saya laporkan kepada pihak Bangar, kalau ada yang belum tahu, mungkin beliau lupa atau saat evaluasi tidak hadir," ujar Ahmad.


Menurut Ahmad pada intinya, anggaran Refocusing Covid-19, tahun 2020 ini merupakan instruksi dari pusat, bahkan minimal itu 50 % dari anggaran belanja modal dan belanja jasa.

Karena pemkot, kata Ahmad tidak mampu, dan hanya mampu 20 % akhirnya oleh pusat ditahan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 14 Miliar.

"Itupun sampai ramai di Medsos dan di media, bahwa anggaran DAU kita ditahan di pusat sebesar Rp 14 Miliar," ungkap Ahmad.

"Padahal bukan itu, karena kita refocusingnya tidak terlalu banyak, tidak sesuai dengan yang diintruksikan dari Mentri Keuangan, karena DAU kita ditahan, akhirnya kita buat kembali Refocusing yang kedua, sehingga angkanya mencapai 35% akhirnya keluarlah angka sebesar 195 Miliar," paparnya.

BACA JUGA : Perjalanan Kereta Api Bandung-Jakarta Ditiadakan, Inilah Sebabnya



Refocusing Cimahi Paling Tinggi
Tidak hanya itu saja, kata Ahmad pula, dalam refocusing yang kedua, kalau dibandingkan dengan daerah lain Cimahi anggaran Refocusingnya paling tinggi, 

"Karena apa, karena kita belanja modal dengan belanja pegawai lebih tinggi, karena kalau di daerah lain, belanja pegawailah yang paling tinggi, sehingga pembaginya juga sedikit, kalau kita belanja modal dan jasanya saja sudah lebih 60%,"

Ditambahkan oleh Ahmad, setelah diajukan kembali ke pusat, pihak pusat dibulan selanjutnya pihak pusat memberikan kekurangannya yang 14 Milyar yang selama ini ditahan oleh pusat.

"Karena Refocusingnya kurang, jadi, pihak pusat mengintruksikan masalah penanganan Covid itu harus melalui daerah, jadi jangan hanya beban pusat saja, maka diarahkanlah untuk kegiatan kesehatan, bansos, dan pemulihan ekonomi, tiga item," ulasnya.

Sedangkan anggaran yang 195 Milyar tersebut yang diserap baru  Rp 77 Miliar, kata Ahmad berdasarkan permintaan dari masing-masing Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD).
BACA JUGA : Polsek Anjatan  Polres Indramayu Amankan Penjambret HP Seharga Rp 4,2 Juta


Dimasukkan ke Kas Daerah

Seperti permintaan dari Dinas Kesehatan digunakan untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD) Asmat, Handytizer, Masker, dan Isolasi yang terpapar Covid-19. Sedangkan dari Dinas Pangan dan Pertanian digunakan untuk Bantuan sosial beras bansos, 

"Juga dari Dinas Koperasi, perdagangan dan Industri (Diskoperin) mie instan, dari Diskominfoarpus, tidak besar hanya untuk spanduk, dan dari Satpol-PP untuk masalah PSBB," tuturnya.

Jadi masalah sisa dari anggaran Refocusing tersebut, jelas Ahmad kembali, semua sisanya dimasukan ke kas daerah, dan dianggarkan ke Silva Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) 2021.

"Anggaran yang terserap paling besar adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat," pungkasnya. (Bagdja)

BACA JUGA : Ahmad Nuryana,"  Anggaran Refocusing Covid-19 Sudah Dibahas dengan Bangar"


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait