Pembelajaran Daring di Kota Cimahi Diperpanjang Timbulkan Kegelisahan

Pendidikan —Rabu, 24 Feb 2021 06:35
    Bagikan:  
Pembelajaran Daring di Kota Cimahi Diperpanjang Timbulkan Kegelisahan
Frezza Poncoario Selaku Ketua Generasi Muda Kosgoro Kota Cimahi
POSKOTAJABAR, CIMAHI.
Ketua Generasi Muda Kosgoro Kota Cimahi, Frezza Poncoario mempertanyakan masalah efektifitas metode belajar yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan, kepada siswa selama masa pandemi Covid-19. 

"Dalam menghadapi pandemi ini. Sektor pendidikan  mengalami perubahan besar. Kini, sektor pendidikan di Indonesia memiliki wajah dan sistem baru yang sekaligus menimbulkan pro dan kontra di masyarakat,"katanya dikantor Kosgoro Kota Cimahi, Selasa (23/02/2021)

Pada mulanya kebijakan ini dirasa tepat di masa awal pandemi, kata Frezza, wali murid dan penggiat pendidikan menilai bahwa ini adalah cara terbaik untuk melindungi para siswa dari paparan Covid-19.  Namun, kegelisahan mulai timbul selaras dengan diperpanjangnya waktu pembelajaran daring. 

BACA JUGA : Berdasarkan Penetapan PN Bandung,  KPK Perpanjang Masa Tahanan Ajay 30 Hari 


Kegelisahan Wali Murid dan Pengajar
Kegelisahan pertama dirasakan wali murid yang merasa kerepotan dengan tugas-tugas dari pengajar. Khususnya, untuk siswa TK dan SD, yang mana peran wali murid sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas daring. 

Akhirnya, menurut Frezza, pembelajaran dirasa tidak efektif karena siswa menganggap “rumah” adalah tempat untuk bermain dan bersantai. "Wali murid yang tidak mawas teknologi juga agaknya turut pening dengan pembelajaran daring yang serba digital,"jelasnya.

Kegelisahan kedua, lanjut Frezza Poncoario,  datang dari pengajar yang merasa pembelajaran daring tidak cukup efektif. Beberapa materi ajar (seperti materi matematika, kesenian, dan olahraga) tidak dapat tersampaikan dengan baik. 

Pengajar juga belum memiliki pengalaman dan bekal cukup dengan sistem pembelajaran daring sehingga cara dan media mengajar masih cenderung repetitif dan kurang inovatif. Biaya internet yang membengkak juga digelisahkan.

BACA JUGA : Hipmikindo Jabar Bertekad Berikan Kontribusi bagi Pengusaha Kecil  


Belajar Mengajar Tatap Muka

Menurut Frezza, dirinya tidak yakin kualitas output pendidikan akan terjaga selama terhentinya proses belajar mengajar tatap muka di sekolah. Oleh karena itu , Frezza  meminta kepada pemerintah untuk mendengar masukan kalangan masyarakat sipil yang peduli terhadap isu pendidikan untuk mendapatkan solusi terbaik mengatasi tantangan proses belajar mengajar di masa pandemi.

“Isu pendidikan di tengah pandemi sangat luas dan kompleks. Diperlukan kejernihan, kehatian-hatian, tapi juga progresivitas, inovasi, dan kedisiplinan untuk menyelesaikannya,”katanya.

Menurutnya,  masalah pendidikan tidak bisa diselesaikan dan diserahkan kepada pemerintah saja. Semua elemen harus berkolaborasi serta bergotong – royong untuk menyelesaikan masalah pendidikan ini mulai dari dasar menengah sampai pendidikan tinggi. (Bagdja).

BACA JUGA : Pembelajaran Daring di Kota Cimahi Diperpanjang Timbulkan Kegelisahan

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait