Seorang Mantan Perawat Nekat Buka Klinik Kecantikan, Diadukan Pasiennya

Kriminal —Rabu, 24 Feb 2021 07:45
    Bagikan:  
Seorang Mantan Perawat Nekat Buka Klinik Kecantikan, Diadukan Pasiennya
Pelaku yang membuka klinik kecantikan ilegal (membelakangi). (Ist.)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Berlagak sebagai dokter, MW, perempuan berusia 34 tahun, menerima pasien yang ingin mengubah dirinya menjadi cantik. Padahal, ia hanya seorang perawat di rumah sakit kecantikan. Namun, ia nekat membuka klinik kecantikan. Dengan modal pengetahuan sebagai perawat kecantikan itu, ia kemudian melayani pasien, bak seorang dokter kecantikan.

Sayangnya, dua orang pasien yang ingin memiliki payudara cantik malah bengkak setelah disuntik. Selain itu, ada juga yang pipinya bengkak. Padahal, mereka sudah membayar antara Rp. 1,5 juta sampai Rp. 5 Juta. Sehingga, kedua pasien itu tidak terima dan melaporkn kepada pihak polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, menuturkan, pihaknya menerima laporan dari korban dan berhasil membongkar klinik kecantikan illegal tersebut.  “Kami terima laporan dua orang korban yang mengalami luka pada suntik botox di bagian payudara dan tanam benang bagian bibir,” kata Kombes Yusri, dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya.

BACA JUGA:  Seorang ABK KM Mulia Maju Jaya 1 Meninggal di Atas Kapal

Tersangka sudah beroperasi sejak tahun 2017. Setiap pasien dikenakan tarif sekitar Rp. 1,5 juta hingga Rp. 9,5 juta. Pelayanan dari klinik Zevmine Skin Care tersebut berupa suntik, injeksi botox, suntik filler, dan tanam benang. Tersangka merupakan mantan perawat di rumah sakit kecantikan. Ia mengikuti dokter spesialis. Jadi, dia ini mengerti soal cara menyuntik dan mendapatkan bahan-bahannya.

Lokasi praktik klinik kecantikan illegal tersebut terletak di Jalan TB Simatupang, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (23/2/2021). Tersangka SW alias Y kini ditahan Mapolda Metro Jaya, akibat perbuatannya membuka klinik secara illegal dan tidak memiliki latar belakang sebagai dokter. "Pelanggannya  juga ada yang public figure. Tetapi tidak memiliki izin dan tersangka ini bukan dokter,” ugkap Yusri Yunus.

Menurut pengakuannya, selaku pemilik klinik melakukan praktik kedokteran kecantikan secara illegal untuk mengambil keuntungan pribadi dan jumlah pasien tersangka mencapai 100 orang per bulan. “Tetapi lagi pandemi ini hanya mengalami sedikit sekitar 30 orang,” katanya.

BACA JUGA:  Pengurus DPD Hipmikindo Jabar Diharapkan Memberikan Pengabdian dan Kinerja Terbaik Bagi Pembangunan di Jabar

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 77 Jo Pasal 73 ayat 1 dan atau pasal 78 Jo Pasal 73 ayat 2 UU No. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran dengan ancaman 5 tahun penjara.

Kasie Pelayanan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sulung,mengatakan pihaknya telah mengecek secara administratif tidak menemukan izin klinik kecantikan tersebut. (adji/tha)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait