Pencinta Kuliner Harus Tahu! Ini Asal Muasal Nama ‘Cuanki’ Tercipta

Makanan —Rabu, 24 Feb 2021 12:15
    Bagikan:  
Pencinta Kuliner Harus Tahu! Ini Asal Muasal Nama ‘Cuanki’ Tercipta
Asal kata cuanki sendiri merupakan akronim dari “Cari Uang Jalan Kaki” (Foto: Twitter @ibratiss)

POSKOTA JABAR, BANDUNG

Siapa yang tak kenal dengan Cuanki, terutama bagi kalian pecinta kuliner, tentu sudah tidak asing lagi dengan makanan khas Bandung satu ini. Cuanki adalah satu makanan yang bisa dijumpai di mana pun kita berada. Penganan satu ini juga adalah suatu jenis jajanan yang lebih dikenal dengan “Jajanan Pikulan”.

Pada umumnya isi dari cuanki ini terdiri dari bakso dengan ukuran kecil atau pun besar, tahu putih atau kuning, dan siomay. Jadi, cuanki tidak merujuk pada satu makanan tertentu, melainkan gabungan dari aneka makanan yang menyatu dalam satu mangkuk lengkap dengan kuah kaldu panas yang gurih.

Makanan yang tak kenal musim ini sudah menjadi penganan yang banyak dicari terutama saat musim hujan tiba. Kuahnya yang panas itu bisa menjadi penghanagat bagi tubuh yang sedang dingin saat musim hujan.

BACA JUGA: Anda Penggemar Nasi Padang?, Simak 5 Fakta Unik Tentang Masakan Padang Berikut Ini

Namun, apakah kita tahu bagaimana penganan khas kota kembang ini akhirnya bisa dinamai Cuanki?. Asal kata cuanki sendiri merupakan akronim dari “Cari Uang Jalan Kaki”. Nama ini lahir oleh karena model berjualannya dengan cara berjalan kaki atau menjajakan dagangan dengan dipikul berjalan kaki.

Ciri khas yang paling kentara dari cuanki ini adalah dengan adanya “alarm” yang kerap berbunyi “tok tok tok”. Jika Anda sedang berada di dalam ruangan dan terdenger suara itu, maka sudah pasti itu adalah alarm panggilan dari pedagang cuanki.

Ciri khas lain yang juga identik dengan pedagang cuanki ini, adalah dari pikulannya yang terbuat dari bahan alumunium dan berwarna perak juga disertai tulisan ‘Cuanki’ yang kebanyakan berwarna merah.

BACA JUGA: Resep Makanan Enak, Cara Membuat Cemilan Gerubi, Kremes Ubi yang Renyah dan Manis

Kerap terjadi di sekitar kita, terutama ketika lapar sedang menerjang, seporsi cuanki ini dapat juga ditambahi dengan mie instan. Dalam kasus yang lebih ekstrim, seperti pada saat lapar stadium akhir, seporsi cuanki juga dapat ditambahi dengan sepiring nasi.

Dan kini, seiring dengan bertambahnya jumlah penggemar berat cuanki yang semakin meningkat, penjual cuanki pun kini memperluas wilayah kekuasaannya. Dari mula yang awalnya hanya bisa kita jumpai di area kampung atau perumahan warga.

Cuanki kini sudah melakukan invasi ke berbagai area publik lain seperti area pertamanan di kota Bandung. Bahkan kini sudah banyak dijual di tempat dengan konsep premium, seperti di kedai makan, foodcourt, sampai hotel, bahkan yang terbaru di era digital seperti saat ini, cuanki sudah hadir dalam kemasan frozen food atau cuanki express.

Di satu sisi berbagai konsep baru itu, nama ‘Cuanki’ kini sudah tidak relevan dengan pengertiannya yaitu Cari Uang Jalan Kaki. Namun, di sisi lain metode dan konsep baru itu sukses membuat cuanki melanglangbuana ke seantero negeri. (ES)

BACA JUGA: Pencinta Kuliner Harus Tahu! Ini Asal Muasal Nama ‘Cuanki’ Tercipta


Editor: Edi
    Bagikan:  


Berita Terkait