Jubir AJBPP : Ada Upaya Pelintiran dan Framing Sesat terhadap GAR ITB

Nasional —Rabu, 24 Feb 2021 15:44
    Bagikan:  
Jubir AJBPP : Ada Upaya  Pelintiran  dan Framing Sesat terhadap GAR ITB
Alumni Jawa Barat Peduli Pancasila (AJBPP) melakukan aksi simpatik mendukung perjuangan Gerakan Anti Radikal (GAR) Institut Teknologi Bandung (ITB) di depan Gedung MWA ITB Jl Dipati Ukur, Kota Bandun

POSKOTAJABAR, BANDUNG.
Alumni Jawa Barat  Peduli Pancasila (AJBPP) melakukan aksi simpatik mendukung perjuangan Gerakan Anti Radikal (GAR) Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam menegakan etika dan aturan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (24/02/2021).

Aksi dilakukan AJBPP di depan Gedung Majelis Wali Amanat (MWA) Senat Akademik ITB Jalan Dipatiukur Kota Bandung dengan cara membentangkan spanduk biru bertuliskan "Kami AJBPP Mendukung GAR ITB Mengawal NKRI".

Juru Bicara AJBPP Budi Hermansyah mengatakan telah terjadi upaya pelintiran dan framing sesat terhadap perjuangan GAR ITB dalam menegakkan etika dan aturan disiplin ASN.

"Upaya pemelintiran dan framing sesat itu, telah terjadi dengan begitu masif. Seolah olah telah terjadi tuduhan,  GAR ITB telah menyebut, Saudara Din Syamsudin seorang yang menganut paham Radikalisme," terangnya, Rabu (24/02/2021)

BACA JUGA : Tim Maung Galunggung Sergap Mobil Box Berisi Miras Siap Edar

 

Pernyataan Sikap AJBPP

Budi Hermansyah juga mengatakan, parahnya lagi, framing sesat tersebut telah dipahami dan dipersepsi mentah mentah oleh banyak tokoh nasional, tanpa terlebih dahulu melakukan cek dan ricek.

Oleh sebab itu, demi meluruskan, dan mengembalikan ke substansi pengaduan GAR ITB kepada KASN, maka AJBPP menyatakan sikap :

1. Dukungan terhadap GAR ITB terkait pengaduan kepada KASN perihal dugaan pelanggaran etika ASN yang dilakukan Saudara Din Syamsudin.

2. Pernyataan dukungan dari kuasa hukum untuk melakukan pendampingan GAR ITB jika diperlukan, dari advokat Saiful Huda Ems.

3. Mendesak KASN untuk menyelesaikan laporan pengaduan GAR ITB tentang dugaan pelanggaran etika ASN yang dilakukan Din Syamsudin. Jika KASN tidak bersikap tegas terhadap pengaduan GAR ITB tersebut, maka kami dari AJBPP akan melaporkan ini ke lembaga Ombudsman RI.

4. Terakhir kami meminta aparat hukum untuk menindaklanjuti fakta persidangan kasus kericuhan demo Omnibus Law, tentang chatt sejumlah petinggi KAMI di WA group Deklarator KAMI, yang berisi percakapan tentang upaya melengserkan Presiden Jokowi.

"Demikan Pernyataan Sikap ini kami buat, agar menjadi perhatian yang serius dari aparat / pejabat pemerintahan terkait, demi mewujudkan NKRI yang lebih baik," pungkasnya.

BACA JUGA : Lima Pejabat Digadang-gadang Calon Kuat Duduki Sekda Cianjur


Mengusung Toleransi antar Umat Beragama

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, memberi jawaban atas pelaporan dirinya ke KASN oleh GAR ITB. Karena menurut pelapor, Din dianggap radikal. Termasuk menjadi pemimpin oposisi pemerintah melalui pembentukan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI.

Din menjelaskan, dirinya adalah aktivis perdamaian dunia, yang sudah lama mengusung toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Maka tudingan radikal itu, tidak pas. Namun Dia tidak menampik, ada hal politik di balik pelaporan terhadap dirinya.

"Saya tidak sempat berspekulasi tapi sebagai pembelajar politik jelas mereka punya motif politik dan tidak dapat terbantahkan bahwa ada nuansa Islamphobia," kata Din, dalam wawancara di Apa Kabar Indonesia Pagi TvOne, Rabu (24/2/2021). (Aris)


BACA JUGA : Jubir AJBPP : Ada Upaya  Pelintiran  dan Framing Sesat terhadap GAR ITB

Editor: Suherlan
    Bagikan: