Akibat Pandemi Covid-19, Sentra Batik Trusmi Kabupaten Cirebon Semakin Redup

Gaya Hidup —Kamis, 25 Feb 2021 07:29
    Bagikan:  
Akibat Pandemi Covid-19, Sentra Batik Trusmi Kabupaten  Cirebon Semakin Redup
Beberapa perajin dengan tekun membatik di Sanggar Katurà. Di tengah pandemi ini peminat membatik mengalami penurunan. (foto:ejub)

POSKOTAJABAR, CIREBON.

Memasuki  Desa Trusmi  Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon orang akan mengenal kerajinan batik. Di tempat tersebut banyak berdiri show room mewah sebagai tempat penjualan batik bagi pengunjung yang datang ke tempat tersebut.

Namun dibalik kemewahan pusat penjualan batik yang dibangun di sepanjang jalan masuk wilayah Trusmi kini kondisinya banyak berubah. Semula di tempat tersebut banyak dikunjungi pembeli kini malah sebaliknya, Sentra penjualan batik di seputar wilayah Trusmi kini seolah redup tidak lagi bersinar seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menurut salah seorang perajin batik Trusmi,  Katura kondisi demikian berlangsung sejak merebaknya Covid -19 setahun lalu. Katura yang membuka usaha batik sekaligus memilliki sanggar sebagai tempat belajar membatik bagi masyarakat dan pelajar belakangan kian kurang peminat. Bahkan, sejak munculnya   virus Corona kegiatan belajar membatik di sanggarnya terpaksa dipending.

BACA JUGA Lima Pejabat Digadang-gadang Calon Kuat Duduki Sekda Cianjur


Banyak yang Beralih Profesi

Melihat kondisi demikian tidak sedikit mereka yang semula belajar membatik di sanggarnya kemudian beralih profesi. Pihaknya mengaku sedih melihat kenyataan itu. Namun demikian pihaknya juga tidak akan menyerah bagaimana kreasi seni dunia membatik yang telah diakui Unesco sebagai warisan budaya akan kembali menggeliat.

"Cintai batik mulai awal kita belajar. Melihat kiondisi sekarang kita jangan menyerah untuk tetap berkarya" kata Katura.

Dalam kondisi sekarang sangatlah sulit membicarakan soal perkembangan ke depan usaha membatik. Yang pasti lanjut Katura tidak bangkrut saja sudah bagus. Usaha  batik yang dirintisnya beberapa tahun lalu menemui kejayaan dengan banyaknya pesanan dari negeri Sakura Jepang. Namun belakangan berbagai pesanan baik dari luar negeri maupun lokal mengalami penurunan cukup drastis.

BACA JUGA :Polres Sukabumi Kota Amankan Ribuan Botol Miras Berbagai Merek

 

Perajin Batik dari Jepang dan Belanda

Menurut Katura, yang banyak menampilkan hasil karyanya berbentuk batik Mega Mendung, Pesisiran dan Keratonan ini sebelumnya banyak mencetak perajin sanggarnya dari Jepang dan Belanda.

Mereka sengaja belajar ke sanggarnya yang diberi nama Sanggar Katura ini, hasilnya lumayan bagus di samping hasil kreasi seninya diakui negara asalnya.

Tentang peran serta pemerintah upaya menyangkut usaha batik yang dalam kondisi lesu , pihaknya berharap tetap memperhatikan usaha mereka dengan memberi bantuan maupun bentuk lainnya dinilai memiliki nilai tambah bagi 700 perajin di wilayahnya. (Ejub)


BACA JUGA : Akibat Pandemi Covid-19, Sentra Batik Trusmi Kabupaten  Cirebon Semakin Redup

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait