Catatan Sejarah 25 Februari: Hari Lahirnya George Harrison, Personil The Beatles yang Paling Pendiam

Gaya Hidup —Kamis, 25 Feb 2021 08:51
    Bagikan:  
Catatan Sejarah 25 Februari: Hari Lahirnya George Harrison, Personil The Beatles yang Paling Pendiam
Pria yang dijuluki sebagai The Quiet Beatle (anggota The Beatles paling pendiam) ini merupakan salah satu pilar penting di The Beatles (Foto: Pinterest.com)

POSKOTA JABAR, BANDUNG

Hari ini 78 tahun yang lalu, atau tepat pada 25 Februari 1943 George Harrison gitaris band legendaris dunia The Beatles ini lahir di Wavertree, Liverpool, inggris. Pria yang dijuluki sebagai The Quiet Beatle (anggota The Beatles paling pendiam) ini merupakan salah satu pilar penting di The Beatles.

Ia merupakan salah satu penyumbang lagu terbesar untuk The Beatles selain John Lennon dan Paul McCartney. George pertama kali bertemu McCartney di sebuah bus sekolah dan mulai menjadi kawan karib sejak itu

McCartney tampaknya tahu betul dengan kualitas George sebagai seorang gitaris. Itu pula yang menyebabkan McCartney meyakinkan Lennon untuk merekrut George sebagai gitaris band mereka yang bernama The Quarrymen yang merupakan cikal bakal supergrup The Beatles.

BACA JUGA: Sinopsis Ikatan Cinta Kamis 25 Februari 2021, Andin Tahu Identitas Reyna, Nino ceraikan Elsa

Sebagai gitaris dari The Beatles, George pernah menyumbangkan lagunya yang kemudian menjadi hits populer seperti Dont Bother Me. Lagu-lagu terkenal lain yang diciptakan George antara lain adalah Taxman, While My Guitar Gently Weeps, Here Come The Sun dan Something.

Tak tanggung-tanggung, lagu Something karya George Horrison dianggap Frank Sinatra sebagai lagu cinta terbaik dalam 50 tahun terakhir. Begitu pula dengan tembang Here Come The Sun yang sangat identik dengan nama besar The Beatles.

Album solo perdana George Harrison yang berjudul All Things Must Pass kemudian makin memperlihatkan kemampuannya dalam mengeksplorasi tema-tema spiritual dengan komposisi melodi yang bervariasi.

BACA JUGA: Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 25 Februari 2021, Taurus Menata Hati, Scorpio Pusat Perhatian

Dan Harrison lah orangnya yang memperkenalkan The Beatles pada generasi yang besar pada tahun 1960-an kepada spiritualisme timur. Album solo Harrison ini  juga tercatat sebagai album yang berkualitas.

Pada tahun 1966 George Harrison melakukan perjalanan ke India  untuk belajar sitar dengan Pandit Ravi Shankar. Dalam pencariannya akan kebebasan personal, ia bertemu dengan Maharishi Mahesh Yogi, yang kemudian membuatnya berhenti menggunakan LSD dan mendalami meditasi.

Pada tahun 1969, Harrison menampilkan lagu spiritual berjudul "Hare Krishna Mantra" untuk Kuil Radha Krishna, London. Pada tahun yang sama, ia dan John Lennon bertemu dengan Swami Prabhupada, pendiri Hare Krishna Movement di Tittenhurst Park, Inggris.

Setelah The Beatles bubar, George beralih karier menjadi solois. Kiprahnya di jagat musik kian meroket. Album solo perdana miliknya All Things Must Pass (1970) laris di pasaran internasional. Di album ini memuat single andalan berjudul “My Sweet Lord”. Lagu ini terinspirasi dari sisi spiritual George selepas melakukan perjalanan spiritual di India.

Selama menjalani karier solonya, George Harrison telah merilis sebanyak 12 album studio. Selain itu, ia juga sempat mendirikan supergrup bernama Traveling Willburys bersama legenda-legenda musik lainnya seperti Roy Orbison, Bob Dylan, Tom Petty, dan Jeff Lynne. Bersama Traveling Wilburys ia melepas dua album penuh.

BACA JUGA: Bagi Karyawan yang Pernah Dapat BLT Subsidi Upah, Tidak Bisa Daftar Prakerja Gelombang 12

Tak lama setelah itu, ia mengikuti aliran Hare Krishna dan mulai menyatakan diri sebagai pengikut setia Krishna sampai akhir hayatnya. George Harrison juga adalah seorang vegetarian. Menurut Harrison "Melalui Hinduisme, saya merasa jadi orang yang lebih baik. Saya menjadi lebih bahagia dan lebih bahagia. Saya sekarang merasakan saya tidak terbatas dan saya lebih terkendali".

Pada Desember tahun 1999 Harrison pernah mengalami kejadian yang menakutkan. Seorang bernama Michael Abram masuk kedalam rumah Harrison dan mencoba membunuhnya dengan pisau yang ditancapkan ke tubuhnya.

Harrison pun langsung dilarikan ke rumah sakit dengan luka yang cukup serius. Keluarga dan penggemar terus menantikan kondisi harrison. Mereka terus berdoa didalam kondisi yang kritis. Dan kemudian dokter pun mengabarkan bahwa George Harrison selamat. Dari sebuah Interview, dokter yang menangani harrison mengatakan bahwa sedikit lagi nyawa harrison tidak dapat diselamatkan.

Sebagai akibat dari kebiasaanya yang suka merokok, Harrison didiagnosa terkena kanker tenggorokan. Dan kemudian penyakit ini berkembang menjadi kanker paru – paru. Dan pada tanggal 29 November 2001 di Los Angeles George Harrison diberitakan telah meninggal yang tak lain akibat penyakit yang dideritanya.

Setelah kejadian ini, terselip sebuah kisah yang sangat mengharukan ketika Keluarga Harrison mengungkap kata – kata terakhir yang diucapkan sang maestro sebelum Ia meninggal. “Segala sesuatunya dapat menunggu. Namun dalam mencari Tuhan tidak dapat menunggu. Dan juga cintailah sesama”. (ES)

BACA JUGA: Catatan Sejarah 25 Februari: Hari Lahirnya George Harrison, Personil The Beatles yang Paling Pendiam

Editor: Edi
    Bagikan:  


Berita Terkait