Vaksin Tenaga Kesehatan Selesai, Lanjut Lansia dan Petugas Publik

Jawa Barat —Jumat, 26 Feb 2021 02:30
    Bagikan:  
Vaksin Tenaga Kesehatan Selesai, Lanjut Lansia dan Petugas Publik
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani dalam acara Bandung Menjawab yang berlangsung di Auditorium Rosada, Balai Kota Bandung Jl Wastukencana, Kamis (25/2/2

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani mengatakan program vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (Nakes) sudah selesai.

"Dalam artian, tahapannya, tetapi ternyata masih ada beberapa tenaga kesehatan, yang belum tervaksinasi," katanya dalam acara Bandung Menjawab yang berlangsung di Auditorium Rosada, Balai Kota Bandung Jl Wastukencana, Kamis (25/02/2021).

Untuk itu, pada program vaksinasi tahap kedua nanti, Pemkot Bandung juga akan menyelesaikan vaksinasi bagi Nakes yang belum tervaksinasi pada tahap pertama. "Jadi kita sekarang sudah masuk pada program vaksinasi tahap kedua," jelasnya.

Sasaran dari program vaksinasi tahap kedua nanti adalah petugas publik dan lansia (Lanjut Usia). Adapun kenapa lansia menjadi sasaran program ini karena, mereka mudah terpapar covid-19.

BACA JUGA : Pemkot Cimahi Usulkan 4.400 Guru untuk Vaksinasi Covid-19


Jenis Vaksin untuk Lansia

Lansia, jelas Rosye, juga akan mendapatkan jenis Vaksin yang sama dengan Nakes, yang telah mendapatkan vaksin pada tahap pertama. Yang kelompok umurnya antara 18-59 tahun.

"Ternyata beberapa waktu lalu, BPOM sudah mengumumkan keamanannya jika jenis vaksin sinovac aman bila digunakan juga bagi kelompok umur lansia," terangnya.

Untuk itulah, lansia akhirnya ditetapkan pusat, mendapatkan prioritas untuk divaksin pada tahap kedua. Vaksin yang akan digunakan untuk program vaksinasi tahap kedua sudah diterima Pemkot Bandung.

Program vaksinasi bagi lansia, kata Rosye tidak bisa dilakukan disembarang tempat sebagaimana halnya Nakes. Alasannya, biasanya kalau sudah lansia, pastinya akan ada penyakit-penyakit penyerta lainnya. Sehingga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan maka vaksinasi bagi lansia akan dilakukan di fasilitas kesehatan.

BACA JUGA : Diduga Dipersulit Majikan, TKW Indramayu 12 Tahun Kerja tak Bisa Pulang     

 

Tidak Semua Lansia Bisa Divaksin

Selain itu Rosye juga mengatakan, tidak seluruh lansia bisa untuk dilakukan vaksinasi. Ada beberapa kondisi tertentu yang memang tidak diperbolehkan untuk dilakukan vaksinasi.

"Sama dengan tenaga kesehatan, atau memang ada suatu kondisi yang tidak diperbolehkan dilakukan vaksinasi, seperti mereka yang mengalami gangguan imunitas. Yang punya autoimun, yang memang tidak diperkenankan," katanya.

Sehingga untuk lansia ini, betul betul harus melihat kondisi kondisi. Secara general yang diperbolehkan itu dengan tensi dibawah 180/110.

"Kalau sebelumnya kan disebut di 140 ya. Sekarang ternyata dari kementerian, dari ITAGI. Memang mengubah atau aman untuk diberikan kepada lansia yang tensinya dibawah 180/110," ungkapnya.

Adapun bagaimana dengan penyakit pengorbit lainnya atau penyakit penyerta lainnya, bila mana terkontrol tidak menjadi masalah untuk dilakukan vaksinasi. "Yang harus hati-hati, lansia yang punya penyakit yang tidak terkontrol," pungkasnya (Aris)

 

 BACA JUGA :Vaksin Tenaga Kesehatan Selesai, Lanjut Lansia dan Petugas Publik

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait